RxReady™, tes farmakogenomik, menelusuri variasi genetik seperti CYP2D6 dan CYP2C19 yang berpengaruh terhadap efektivitas serta keamanan obat-obatan, terbukti dapat menurunkan risiko efek samping hingga 24%. Penelitian lokal bahkan menunjukkan genotipe CYP2D6 memengaruhi respons tamoxifen pada sekitar 150 pasien kanker payudara di Indonesia.
Inovasi NalaGenetics juga meliputi Non Invasive Prenatal Testing (NIPT), yang mampu mendeteksi kelainan kromosom sejak usia kehamilan 10 minggu dengan akurasi lebih dari 99% untuk Trisomi 21 (Sindrom Down), serta sensitivitas tinggi terhadap Trisomi 18 dan 13. Selain itu, Somatic Cancer Testing dengan akurasi di atas 98% membantu dokter menentukan terapi terbaik bagi pasien kanker stadium lanjut.
Perusahaan juga menghadirkan Germline Oncology Testing untuk mengidentifikasi individu berisiko tinggi terhadap kanker melalui analisis germline sequencing, serta Rare Disease Diagnosis berbasis teknologi ExomePlus, Whole Genome Sequencing (WGS), dan Optical Genome Mapping (OGM) untuk deteksi gangguan genetik langka secara dini dan akurat.
CEO NalaGenetics, Levana Sani, menyatakan bahwa meningkatnya kasus penyakit kardiovaskular dan kanker menegaskan pentingnya pendekatan genetika untuk beralih dari pengobatan ke pencegahan. Ia menambahkan, kolaborasi dengan institusi di Asia dan Eropa membuktikan peran penting genetika klinis dalam layanan kesehatan saat ini.
“Ketika melihat tingginya beban penyakit kardiovaskular dan kanker di Indonesia, pendekatan genetika terbukti mengubah paradigma dari pengobatan menuju pencegahan. Kerja sama kami dengan institusi medis dan universitas di Asia dan Eropa menegaskan bahwa genetika klinis kini menjadi bagian penting dari praktik perawatan sehari-hari," katanya.
Melalui layanan NalaCare™, tim ahli genomik dan klinis NalaGenetics memberikan pendampingan berkesinambungan kepada pasien untuk meminimalkan pendekatan trial-and-error dalam pengobatan. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kualitas hidup pasien, tetapi juga menekan beban ekonomi dari penyakit yang sebetulnya dapat dicegah, menegaskan posisi NalaGenetics sebagai pelopor kesehatan preventif berbasis genetika.
(tim)
































