Jerit Pelaku Logistik Konflik Timteng: Mau Pasar Baru & Insentif
Sultan Ibnu Affan
10 March 2026 10:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pelaku usaha logistik mendesak pemerintah segera membuka akses pasar ekspor baru guna mengurangi dampak pelemahan permintaan yang berpotensi terjadi akibat gangguan jalur logistik global dan meningkatnya biaya pengiriman.
Ketua Dewan Pembina Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan pembukaan pasar baru menjadi langkah penting untuk menjaga volume perdagangan Indonesia di tengah ketidakpastian geopolitik yang memicu gangguan rantai pasok.
“Pembukaan akses pasar baru untuk mengurangi pelemahan permintaan juga wajib menjadi prioritas pemerintah Indonesia, misalnya pada negara-negara yang tidak melalui jalur logistik Timur Tengah dan Mediterania seperti Afrika dan Oceania,” ujar Yukki saat dihubungi, Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya yang berdampak pada jalur perdagangan seperti Selat Hormuz, telah mendorong kenaikan biaya logistik global.
Kondisi ini membuat pelaku usaha jasa pengangkutan mulai menghitung ulang tarif pengiriman karena meningkatnya risiko pelayaran, premi asuransi, serta lonjakan harga bahan bakar seiring harga minyak dunia yang telah menembus di atas US$100/barel.






























