Logo Bloomberg Technoz

LPDB Ajak Generasi Muda Bangun Ekonomi Lewat Koperasi


(Dok. Humas LPDB)
(Dok. Humas LPDB)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi terus mendorong penguatan ekosistem koperasi sebagai salah satu pilar penting pemerataan ekonomi nasional. Melalui berbagai program pembiayaan serta inkubasi koperasi, lembaga ini mengajak generasi muda untuk berperan aktif dalam membangun ekonomi berbasis gotong royong.

Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas peran koperasi sebagai motor penggerak ekonomi yang inklusif. LPDB Koperasi ingin memastikan bahwa koperasi tidak hanya menjadi lembaga ekonomi tradisional, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan industri modern.

Selama ini koperasi sering kali identik dengan koperasi simpan pinjam atau lembaga ekonomi yang didominasi oleh generasi yang lebih tua. Melihat kondisi tersebut, LPDB Koperasi mulai menargetkan keterlibatan generasi muda, khususnya Generasi Z dan milenial, untuk menjadikan koperasi sebagai wadah kolaborasi ekonomi masa depan.

Fokus utama pengembangan koperasi juga diarahkan pada sektor-sektor yang tengah berkembang pesat seperti industri kreatif, ekonomi digital, serta sektor produksi. Dengan pendekatan ini, koperasi diharapkan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang melibatkan lebih banyak anak muda.

Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi, Deva Rachman, menyampaikan bahwa koperasi memiliki potensi besar untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di Indonesia. Hal tersebut disampaikan dalam siniar Ramadan Spark yang membahas peran koperasi dalam pembangunan ekonomi nasional.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak selalu berarti pemerataan kesejahteraan jika tidak diimbangi dengan distribusi peluang ekonomi kepada seluruh lapisan masyarakat. Dalam konteks tersebut, generasi muda dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat koperasi di masa depan.

"Saat ini rata-rata usia anggota koperasi di Indonesia adalah 55 tahun. Padahal, kita memiliki 147 juta generasi muda yang produktif. Ini adalah senjata rahasia Indonesia. Bayangkan jika para kreator digital, penulis lagu, pekerja kreatif, hingga production house bersatu membentuk koperasi. Kekuatan ekonomi yang tercipta akan luar biasa, mirip dengan model FC Barcelona yang sukses secara global melalui sistem koperasi," ujar Deva Rachman.

Ia menilai, potensi besar generasi muda Indonesia dapat menjadi kekuatan ekonomi yang luar biasa apabila disatukan melalui wadah koperasi. Kolaborasi antar pelaku industri kreatif dan digital dinilai mampu menciptakan model ekonomi baru yang lebih inklusif.

Program Pembiayaan dan Inkubasi Koperasi

(Dok. Humas LPDB)

Untuk mendukung regenerasi koperasi, LPDB Koperasi menyediakan berbagai fasilitas pembiayaan yang dirancang lebih ramah dibandingkan lembaga perbankan. Sebagai Badan Layanan Umum di bawah Kementerian Koperasi yang didukung Kementerian Keuangan, LPDB memiliki fleksibilitas dalam memberikan skema pendanaan kepada koperasi.

Salah satu keunggulan program pembiayaan LPDB adalah tarif layanan yang lebih terjangkau dibandingkan perbankan. Skema ini berlaku baik untuk pembiayaan konvensional maupun pembiayaan berbasis syariah yang ditujukan bagi koperasi di berbagai sektor usaha.

"Kalau di perbankan rata-rata bunganya bisa sekitar 12 persen. Di LPDB Koperasi kita memberikan skema yang jauh lebih ramah bagi koperasi agar mereka bisa berkembang,” jelasnya.

Selain bunga yang lebih rendah, pembiayaan dari LPDB juga diberikan tanpa biaya provisi maupun biaya administrasi. Kebijakan tersebut bertujuan agar koperasi memiliki ruang yang lebih besar untuk mengembangkan usahanya tanpa terbebani biaya tambahan.

LPDB juga memprioritaskan pembiayaan kepada koperasi yang bergerak di sektor produktif. Fokus ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi koperasi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus membuka lapangan kerja baru di berbagai daerah.

Selain pembiayaan, LPDB juga menjalankan program inkubator koperasi yang bekerja sama dengan berbagai lembaga inkubasi bisnis. Program ini dirancang untuk membantu koperasi berkembang secara profesional dan mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Melalui program inkubasi tersebut, LPDB mampu menginkubasi hingga 220 koperasi setiap tahun. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas manajemen koperasi agar lebih akuntabel, adaptif terhadap teknologi, dan mampu menjalankan sistem digital dalam operasionalnya.

Keberhasilan sejumlah koperasi binaan LPDB juga mulai terlihat dari kemampuan mereka menembus pasar internasional. Beberapa koperasi bahkan telah berhasil melakukan ekspor komoditas unggulan seperti manggis dan nanas ke berbagai negara.

Ke depan, pemerintah juga tengah mendorong perluasan peran koperasi ke sektor-sektor strategis. Hal ini sejalan dengan rencana revisi undang-undang perkoperasian yang membuka peluang bagi koperasi untuk masuk ke sektor yang sebelumnya terbatas, seperti layanan kesehatan hingga penyelenggaraan haji dan umrah.

Selain itu, LPDB juga mendukung inisiatif Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih yang dibentuk melalui kesepakatan masyarakat desa bersama kepala desa dan tokoh adat. Program ini bertujuan memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan kemandirian desa.

Menurut Deva, desa memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru apabila dikelola dengan baik melalui sistem koperasi. Keterlibatan generasi muda dalam pembangunan ekonomi desa menjadi kunci keberhasilan program tersebut.

"Indonesia memiliki bonus demografi yang sangat besar. Jika generasi mudanya mau kembali membangun ekonomi daerah melalui koperasi, maka desa bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru,” katanya.

LPDB berharap inisiatif ini dapat menarik minat anak muda yang selama ini bekerja di kota besar untuk kembali ke daerah asalnya. Dengan membangun koperasi di desa, mereka dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Ia juga menekankan bahwa koperasi bukan hanya soal keuntungan individu, tetapi tentang membangun kesejahteraan bersama melalui semangat gotong royong.

"Sudah saatnya anak muda tidak hanya berjuang dan berbisnis sendirian. Dengan syarat pendirian yang kini lebih mudah, mari berserikat, bentuk koperasi, dan manfaatkan dana dari pemerintah. Koperasi bukan hanya soal cuan, tapi cuan bersama untuk kebangkitan ekonomi Indonesia," kata Deva.

Momentum Ramadan juga dinilai menjadi waktu yang tepat untuk menghidupkan kembali semangat kebersamaan dalam perekonomian. Nilai-nilai koperasi yang menekankan gotong royong dan pemerataan kesejahteraan dinilai sejalan dengan semangat tersebut.

Melalui berbagai program pembiayaan, inkubasi, serta penguatan ekosistem koperasi, LPDB berharap semakin banyak generasi muda yang menjadikan koperasi sebagai pilihan dalam membangun usaha bersama. Dengan partisipasi yang lebih luas, koperasi diharapkan mampu menjadi pilar penting dalam memperkuat ekonomi nasional.

Artikel Terkait