Logo Bloomberg Technoz

10 Tips Agar Rekening M-Banking Tak Dibobol Pencuri

Referensi
10 November 2025 14:36

Gangguan M-Banking PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) atau BSI. (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Gangguan M-Banking PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) atau BSI. (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Di era serba digital seperti sekarang, kemudahan layanan mobile banking (m-banking) memang memanjakan nasabah untuk bertransaksi kapan saja dan di mana saja. Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul pula berbagai ancaman kejahatan siber yang mengintai. Mulai dari phishing, sniffing, hingga penyalahgunaan kecerdasan buatan (AI) untuk mencuri data pribadi. Semua teknik itu memiliki satu tujuan utama — membobol rekening nasabah.

Agar tidak menjadi korban kejahatan digital, penting bagi pengguna m-banking untuk memahami langkah-langkah pencegahan yang benar. Berikut 10 tips efektif agar rekening m-banking tetap aman dari upaya pembobolan menurut panduan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

1. Rahasiakan Kode Akses dan PIN Anda

ATM BCA. Sumber: Dimas Ardian/Bloomberg

Jangan pernah membagikan kode akses, password, atau PIN m-banking kepada siapa pun, termasuk orang terdekat sekalipun. Bank dan pihak resmi tidak pernah meminta data pribadi melalui telepon, SMS, atau email. Bila ada pihak yang mengaku dari bank dan meminta PIN, bisa dipastikan itu adalah modus penipuan.

2. Hindari Menyimpan PIN di Tempat Terbuka


Banyak nasabah masih melakukan kesalahan sederhana seperti menulis PIN di catatan ponsel atau kertas yang mudah terlihat orang lain. Hindari kebiasaan ini. Jika perlu mencatat untuk pengingat, gunakan aplikasi password manager terpercaya dengan sistem enkripsi.

3. Cek Kembali Transaksi Sebelum Konfirmasi

Nasabah bertransaksi di mesin ATM Bank DKI di Jakarta, Rabu (23/4/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Sebelum menekan tombol “OK” atau “Kirim”, pastikan Anda memeriksa detail transaksi dengan teliti — mulai dari nama penerima, nominal, hingga nomor rekening tujuan. Kesalahan kecil bisa berakibat fatal, apalagi jika Anda tak menyadari adanya perubahan data akibat malware atau phishing link.

4. Tunggu Notifikasi Transaksi Sebelum Melanjutkan