Antisipasi Minyak Melejit, The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga
News
18 March 2026 08:50

Jonnelle Marte - Bloomberg News
Bloomberg, Para investor pekan ini tertuju pada Gubernur Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell, guna mencari petunjuk tentang bagaimana bank sentral AS tersebut menimbang berbagai risiko ekonomi di tengah gempuran serangan AS-Israel terhadap Iran.
Pejabat The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan tetap stabil pada kisaran 3,5% hingga 3,75% untuk dua pertemuan berturut-turut. Namun, para pengambil kebijakan kemungkinan besar sedang terlibat diskusi sengit mengenai bagaimana perang di Timur Tengah dapat menekan dua mandat utama mereka. Dilemanya, apakah merespons ancaman perlambatan pertumbuhan justru akan menyulut inflasi yang telah melampaui target The Fed selama lima tahun berturut-turut?
“Kapan pun dua mandat Fed berubah menjadi mandat yang saling berbenturan, perdebatan pasti terjadi,” ujar Diane Swonk, kepala ekonom di KPMG. “Kenyataannya, kita tidak memiliki kemewahan seperti bank sentral lain untuk sekadar mengabaikan inflasi, mengingat kita sudah berada di tahun kelima dan risiko inflasi yang mengakar semakin meningkat setiap harinya.”
The Fed dijadwalkan merilis pernyataan resmi setelah pertemuan pada Rabu pukul 14.00 waktu Washington, diikuti oleh konferensi pers Powell 30 menit kemudian.































