Logo Bloomberg Technoz

Dewan Gelar: Korupsi dan Pelanggaran HAM Soeharto Hanya Dugaan

Dovana Hasiana
10 November 2025 14:20

Presiden Prabowo Subianto, Titiek Soeharto, Didit Prabowo, dan kedua orang tuanya. (IG @Prabowo)
Presiden Prabowo Subianto, Titiek Soeharto, Didit Prabowo, dan kedua orang tuanya. (IG @Prabowo)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Kebudayaan sekaligus Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan Fadli Zon mengatakan peran Presiden ke-2 Soeharto dalam kasus korupsi dan dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) hanya sekadar dugaan. Menurut dia, tak pernah ada bukti dan proses hukum yang benar-benar menunjukkan mantan mertua Presiden Prabowo Subianto tersebut terlibat dalam kasus pelanggaran ham berat masa lalu dan korupsi. 

"Ya tadi seperti Anda bilang, namanya dugaan. Iya, dugaan itu kan tidak pernah terbukti juga. Terkait dengan kasus-kasus pasti sudah ada proses hukumnya dan sudah tuntas dan itu tidak terkait dengan Presiden Soeharto," ujar Fadli kepada awak media, Senin (10/11/2025). 

Sebagai gambaran, kata Fadli, dugaan pelanggaran HAM pada kerusuhan Mei 1998 tidak berkaitan dengan Soeharto. Lagi pula, kata dia, Soeharto sudah mengundurkan diri secara sepihak pada 1998, sesuai dengan tuntutan masyarakat. 


Soeharto memang kerap disorot oleh pegiat HAM, salah satunya melalui peristiwa penembakan misterius atau lebih dikenal sebagai petrus di masa pemerintahannya. Kala itu, orang yang dianggap sebagai preman dieksekusi secara misterius melalui penembakan.

Berbagai peristiwa pelanggaran HAM berat lainnya juga terjadi di bawah pemerintahan Soeharto. Pembantaian massal 1965–1966; tragedi Tanjung Priok 1984; Talangsari 1989; kekerasan di Aceh, Timor Timur, dan Papua, hingga penghilangan paksa aktivis menjelang kejatuhan Soeharto pada 1997–1998.