Logo Bloomberg Technoz

PR Berat RI Sebelum Bangun Storage Minyak demi Kerek Cadangan BBM

Azura Yumna Ramadani Purnama
18 March 2026 10:20

Fasilitas penyimpanan minyak./dok. Bloomberg
Fasilitas penyimpanan minyak./dok. Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas (Aspermigas) mempertanyakan rencana pembangunan storage atau tangki penyimpanan minyak mentah yang diwacanakan pemerintah untuk mempertebal umur cadangan nasional.

Alasannya, rencana pembangunan storage minyak mentah di Sumatra tersebut dikhawatirkan belum mempertimbangkan pembangunan fasilitas pendukung seperti infrastruktur pelabuhan khusus atau jetty untuk bongkar muat kapal tanker.

Selain itu, Aspermigas juga menyoroti rencana pengadaan minyak mentah yang bakal dilakukan pemerintah jika nantinya storage minyak nasional kapasitasnya ditingkatkan mendekati level standar internasional sebesar 90 hari.


“Untuk kita mempersiapkan itu enggak cuma 3 tahun dan enggak cuma storage-nya aja yang mesti dibangun. Fasilitas penunjangan yang mesti dibangun. Untuk distribusinya plus juga beli minyaknya dan itu miliaran dolar nilainya,” kata Ketua Komite Investasi Aspermigas Moshe Rizal ketika dihubungi, Rabu (18/3/2026).

Moshe menyatakan pemerintah memiliki pekerjaan berat untuk mengisi minyak mentah dalam storage tersebut jika nantinya kapasitas penyimpanan minyak mentah Indonesia meningkat ke level 90 hari.

Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) Tuban. (Dok. Pertamina)