“Kami sangat menyarankan warga untuk mengikuti evakuasi dini,” ujar Marc Rembrandt Victore, Direktur Wilayah 4B Office of Civil Defense, dalam wawancaranya dengan stasiun radio DZMM.
Di Provinsi Aurora, yang berada di jalur lintasan topan, warga di wilayah pesisir dan pegunungan diminta segera mengungsi, kata Elson Egargue, Kepala Badan Penanggulangan Bencana setempat. Provinsi tetangga, Quirino, juga menyerukan langkah serupa.
“Ini adalah badai yang sangat kuat dan kami memperkirakan dampaknya akan besar,” ujar Jesusa Leal, Kepala Operasi Penanggulangan Bencana Quirino.
Sementara itu, jumlah korban tewas akibat Topan Kalmaegi, badai tropis sebelumnya yang melanda Filipina, telah mencapai 204 orang, dengan 109 orang masih hilang, menurut data badan bencana nasional.
Rangkaian badai tropis yang menghantam negara itu turut menyoroti skandal korupsi dalam proyek pengendalian banjir bernilai miliaran peso, yang tengah memicu kemarahan publik.
Filipina merupakan salah satu negara paling rawan bencana di dunia, dengan sekitar 20 siklon tropis setiap tahun yang menyebabkan kerusakan luas dan korban jiwa.
(bbn)































