Logo Bloomberg Technoz

DPR Soroti Ketimpangan Slot Film Bioskop: Distribusi Tertutup

Dinda Decembria
07 November 2025 06:30

Ilustrasi menonton film (Envato)
Ilustrasi menonton film (Envato)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Komisi VII DPR RI menyoroti ketimpangan besar dalam distribusi film nasional yang dinilai hanya menguntungkan segelintir rumah produksi dan jaringan bioskop besar. 

Komisi VII DPR Fraksi Partai NasDem, Yoyok Riyo Sudibyo menilai sistem distribusi film di Indonesia masih tertutup dan tidak memberi ruang bagi rumah produksi kecil maupun sineas daerah.

“Slot film siapa yang pegang ini? Mereka sudah bikin karya bagus, menang di festival dalam dan luar negeri, tapi begitu mau masuk pasar, tertahan. Ini akibat sistem distribusi yang tertutup,” ujarnya dalam rapat dengar dikutip dari YouTube DPR, Kamis (6/11).


Ia menegaskan, slot tayang bioskop kerap dikunci oleh jaringan tertentu, sehingga film dari pembuat independen sulit bersaing. “OTT—bukan operasi tangkap tangan ya, tapi over the top—itu juga cuma mau beli film dari nama besar. Bahkan buat ajukan proposal saja sulit, langsung dianggap nggak pas,” katanya dengan nada kesal.

Menurut Yoyok, kondisi ini memperlihatkan ketimpangan nyata antara pelaku besar dan kecil di industri perfilman nasional. “Yang tayang itu-itu saja, terus begitu. Mau sampai kapan? Padahal pasar kita besar, rakyat kita banyak, tapi ruangnya disempitkan oleh kelompok itu-itu saja,” ujarnya menekankan.