Logo Bloomberg Technoz

Ia menuntut agar pemerintah dan lembaga terkait membuka akses layar bioskop secara lebih adil, agar sineas lokal dan independen punya kesempatan yang sama. “Jangan ditutup-tutup lagi sekarang. Buka semuanya. Biar semua kebagian, biar yang kecil juga bisa hidup,” tegas Yoyok.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan pemerintah telah berupaya memperluas akses tontonan publik melalui berbagai program. “Kami mendukung industri film nasional, termasuk lewat pengembangan bioskop alternatif,” ujarnya.

Riefky menjelaskan bahwa pihaknya tengah menjalankan program bioskop keliling untuk menjangkau masyarakat di daerah-daerah yang belum memiliki akses layar lebar. “Dulu waktu zaman Bekraf, kami lakukan mobil bioskop keliling, dan sekarang kami lanjutkan. Oktober–November ini kami juga memperluas kegiatan nonton bareng di desa-desa lewat skema bioskop alternatif,” kata Riefky.

Ia menambahkan, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi memperkuat ekosistem film nasional agar tidak hanya terpusat di kota besar. “Kami ingin pemerataan akses tontonan dan kesempatan berkarya di seluruh Indonesia. Ini perjuangan jangka panjang,” tutupnya.

(dec/spt)

No more pages