Logo Bloomberg Technoz

Temuan Monopoli Film RI: Kebanyakan Horor, PH Kecil Sulit Masuk

Dinda Decembria
06 November 2025 16:10

Film Sumala (Dok. IMDB)
Film Sumala (Dok. IMDB)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Industri perfilman nasional tengah disorot tajam oleh Komisi VII DPR RI yang menilai ekosistemnya tak sehat akibat dugaan monopoli oleh sejumlah rumah produksi besar. 

Kritik keras dilontarkan para anggota dewan terhadap dominasi film bergenre horor dan sulitnya produksi daerah menembus layar bioskop.

Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai NasDem, Yoyok Riyo Sudibyo, menyoroti stagnasi tema film Indonesia yang dinilai terlalu monoton. 


“Jangan itu-itu saja. Horor, horor terus. Kan konyol nanti itu lama-lama. Hentikan itu. Kasihan teman-teman yang bikin film kecil dari daerah, susah masuk,” ujarnya dalam rapat dengar kementerian dan pelaku industri film dikutip dari YouTube DPR RI, Kamis (6/11).

Yoyok juga menyinggung soal terbatasnya pemain besar di industri ini sejak lama. “PH (production house) dari dulu ya itu-itu aja. Dari zaman film Suzanna sampai sekarang, ya tetap nama-nama yang sama. Ini menunjukkan persoalan monopoli yang nyata,” tambahnya.