Logo Bloomberg Technoz

Selain pengawasan emisi, Dicky juga menyarankan pembangunan daerah penyangga hijau atau green belt di sekitar fasilitas RDF untuk menekan dampak pencemaran. “Kalau daerah industri, harus ada buffer area, penyangga hijau. Ini bagian dari tata kelola kota yang sehat,” ujarnya.

Dicky menambahkan, perlu dilakukan penilaian dampak kesehatan khusus bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Ia juga mendorong pemerintah memberi literasi kepada warga tentang pentingnya menggunakan masker—terutama jenis KN95 atau N95—saat kualitas udara memburuk.

Selain itu, ia menilai pemerintah daerah dan pihak pabrikan perlu membantu masyarakat menanam tanaman penyerap polutan di sekitar rumah. “Tenaga kesehatan di Puskesmas harus proaktif menyasar masyarakat sekitar dan memberi edukasi,” katanya.

Dicky juga menyoroti perlunya komunikasi publik yang transparan. Ia menilai, jika sistem kontrol RDF berjalan baik, maka fasilitas itu seharusnya tidak menjadi sumber polusi utama. Namun, ia mengingatkan bahwa pada masa uji coba, risiko gangguan pernapasan akut (ISPA) tetap bisa muncul pada anak-anak yang tinggal dekat lokasi.

“Jika ada kasus anak-anak sakit di Cakung, ini perlu dijelaskan secara ilmiah dan terbuka. RDF bisa dilanjutkan, tapi harus melalui evaluasi yang hati-hati,” ujarnya.

Menurut Dicky, proyek RDF tetap penting bagi masa depan Jakarta yang lebih bersih dan berkelanjutan, asalkan teknologi hijau dijalankan dengan etika kesehatan dan prinsip kehati-hatian. “Jangan sampai solusi sampah justru menjadi sumber masalah kesehatan baru,” pungkasnya.

(dec/spt)

No more pages