Melesatnya IHSG hingga berhasil balik arah juga merupakan efek secara langsung dari menguatnya saham GOTO hingga saham Prajogo Pangestu, Barito Renewables Energy (BREN).
Berikut diantaranya berdasarkan data Bloomberg, Rabu (5/11/2025).
- GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) menambah 10,28 poin
- Barito Renewables Energy (BREN) menambah 9,25 poin
- Telkom Indonesia (TLKM) menambah 8,75 poin
- IndoKripto Koin Semesta (COIN) menambah 6,81 poin
- Bumi Resources Minerals (BRMS) menambah 3,65 poin
- Kalbe Farma (KLBF) menambah 2,53 poin
- Barito Pacific (BRPT) menambah 2,38 poin
- Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) menambah 2,06 poin
- Mitra Adiperkasa (MAPI) menambah 1,99 poin
- Cimory (CMRY) menambah 1,15 poin
Adapun saham–saham unggulan LQ45 juga menjadi pendorong penguatan IHSG, saham PT Indofood CBP Tbk (ICBP) yang berhasil menguat 1,77%, dan saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) terapresiasi 1,59%.
Menyusul, saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) melesat di zona hijau dengan menguat 1,51%. Juga saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) menguat mencapai 1,44%.
Ekonomi Indonesia Tumbuh di Atas Ekspektasi
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan data pertumbuhan ekonomi Indonesia periode kuartal III-2025. Hasilnya sedikit lebih tinggi dan lebih baik dari estimasi pasar.
BPS mengumumkan ekonomi Indonesia yang dihitung dengan Produk Domestik Bruto (PDB) berada di Rp6.060 triliun berdasarkan Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) pada kuartal III-2025. Artinya, ekonomi Indonesia berhasil tumbuh 5,04% dibanding periode yang sama tahun lalu (year–on–year/yoy).
Pencapaian ini sedikit lebih tinggi dari ekspektasi. Konsensus pasar yang dihimpun Bloomberg mengestimasikan pertumbuhan ekonomi Kuartal III–2025 sebesar 5% yoy.
Secara kuartalan (quarter–to–quarter/qtq), ekonomi Indonesia tumbuh 1,43%, serta di atas estimasi pasar/analis ataupun ekonom yang sebesar 1,4% qoq. Mayoritas lapangan usaha tumbuh, dengan pertumbuhan tertinggi pada Jasa Pendidikan, dari sisi pengeluaran, seluruh komponen tumbuh.
Kinerja perekonomian pada kuartal III-2025 ditopang konsumsi yang terjaga. Terlihat dari konsumsi per kapita jasa makanan–minuman–akomodasi serta barang dan jasa lainnya yang tumbuh 5,76% yoy dan 7,49% yoy.
“Aktivitas produksi terjaga dengan PMI yang berada di zona ekspansif,” papar Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud.
Realisasi investasi dalam negeri dan asing tumbuh 13,89% yoy. Mobilitas masyarakat juga meningkat.
“Kebijakan ekonomi juga menopang seperti pengendalian inflasi, penetapan BI Rate, serta kebijakan fiskal dalam mendorong efektivitas belanja,” tutur Edi.
(fad)




























