Logo Bloomberg Technoz

Di sisi lain, hasil konsensus pasar yang dihimpun Bloomberg dengan melibatkan 31 analis/ekonom menghasilkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Tanah Air di 5% yoy. Tetapi, jika terwujud, itu masih lebih rendah dari capaian kuartal sebelumnya yang masih 5,12%.

Konsumsi rumah tangga, penyumbang utama PDB dari sisi pengeluaran terbilang makin kuat. Hal itu tercermin dari laju inflasi yang terakselerasi. Sepanjang kuartal II-2025, rerata inflasi ada di 2,44% yoy. Lebih tinggi ketimbang kuartal sebelumnya yang sebesar 1,81% yoy.

“Indikasi pemulihan konsumsi terlihat dari tren kenaikan inflasi. Inflasi diperkirakan terus meningkat dalam level yang terkendali hingga Desember," tulis riset Phintraco Sekuritas.

Sementara itu, Bank Permata justru memproyeksikan produk domestik bruto (DPB) Tanah Air sepanjang Juli, Agustus, dan September sebesar 5,04%, yang juga masih di bawah capaian kuartal sebelumnya.

Head of Macroeconomic and Financial Market Research Permata Bank Faisal Rachman mengatakan, proyeksi tersebut juga didasarkan pada masih adanya sejumlah tantangan yang menghantui prospek ekonomi ke depan, termasuk masih lesunya belanja pemerintah.

Dia pun mendorong pemerintah untuk mempertahankan kebijakan ekonomi yang ekspansif, terutama belanja yang harus difokuskan kepada sektor-sektor yang memiliki multiplier effect cukup tinggi.

"Secara domestik, stabilitas politik akan menjadi faktor kunci. Meskipun terdapat ruang untuk ekspansi fiskal dan moneter yang lebih lanjut, pembuat kebijakan perlu menjaga keseimbangan antara mendorong pertumbuhan dan mempertahankan stabilitas," tutur dia.

(ibn/wep)

No more pages