Penurunan tersebut, tak lain juga disebabkan proyeksi pelemahan kinerja ekspor secara bulanan, yang turut diimbangi dengan peningkatan aktivitas impor. Tetapi, secara tahunan (yoy), kinerja ekspor diperkirakan masih tumbuh sebesar 7,72%.
"Ekspor dari industri hilir, khususnya besi dan baja, diperkirakan tetap menjadi pendorong utama kinerja ekspor. Kenaikan harga CPO [Crude Palm Oil) yang berkelanjutan juga dapat memberikan dukungan tambahan," tutur dia.
Sementara itu, impor diperkirakan tumbuh sebesar 9,28% yoy, dibandingkan bulan sebelumnya yang masih terkontraksi sebesar 6,56%. Tetapi, secara bulanan diperkirakan masih tumbuh 5,63%.
(lav)
No more pages





























