Logo Bloomberg Technoz

Produksi-Konsumsi Jagung Naik 23%, Pemerintah Dorong Ekspor

Mis Fransiska Dewi
09 January 2026 08:50

Jagung di lahan pertanian di Subang, Jawa Barat, Sabtu (29/7/2023). (Dimas Ardian/Bloomberg)
Jagung di lahan pertanian di Subang, Jawa Barat, Sabtu (29/7/2023). (Dimas Ardian/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah mengeklaim komoditas jagung mengalami peningkatan produksi yang signifikan. Dalam dua tahun surplus produksi dan konsumsi jagung meningkat 23,2% dari 307,4 ribu ton menjadi 463,9 ribu ton. Untuk itu, pemerintah mempersiapkan Perum Bulog mulai melaksanakan ekspor stok jagung tahun ini.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah pun tidak melakukan impor jagung pakan untuk stok Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) di Perum Bulog. 

Adapun peningkatan produksi jagung pipilan kering kadar air 14% merujuk pada torehan produksi di 2025 yang menurut Badan Pusat Statistik (BPS) berada di angka 16,11 juta ton. Angka ini meningkat 6,44% dibandingkan produksi 2024 yang 15,14 juta ton.


Sementara dalam Proyeksi Neraca Pangan Nasional, Bapanas menghitung terdapat surplus 463,9 ribu ton dikarenakan kebutuhan konsumsi jagung di 2025 berada di angka 15,65 juta ton. Surplus di 2025 tersebut melebihi capaian di 2023.

Saat itu, produksi jagung berada di 14,77 juta ton dengan kebutuhan konsumsi setahun di 14,47 juta ton, sehingga terdapat surplus sejumlah 307,4 ribu ton. Dengan demikian, dalam 2 tahun surplus produksi dan konsumsi jagung meningkat 23,2% dari 307,4 ribu ton bertambah menjadi 463,9 ribu ton.