UMKM adalah tulang punggung, kunci perekonomian nasional. Pemerintah mencatat terdapat sekitar 30,18 juta unit usaha UMKM non-pertanian per akhir 2024. Perinciannya, 30,09 juta usaha mikro, 73.816 usaha kecil, dan 15.313 usaha menengah.
Berikut adalah jumlah UMKM menurut sektor usaha:
-
Perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor: 14.433.048 unit.
-
Penyediaan akomodasi, makanan, minuman: 6.400.667 unit.
-
Industri pengolahan: 4.164.542 unit.
-
Jasa lainnya: 1.906.799 unit.
-
Pengangkutan dan pergudangan: 1.169.310 unit.
-
Konstruksi: 307.519 unit..
-
Penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan, dan penunjang usaha lainnya: 289.650 unit.
-
Pertambangan dan penggalian: 196.841 unit.
-
Pengelolaan air, air limbah, pemulihan material sampah, dan remediasi: 164.111 unit.
-
Pendidikan: 162.659 unit.
-
Kesehatan manusia dan aktivitas sosial: 156.183 unit.
-
Real estat: 142.526 unit.
-
Kesenian, hiburan, dan rekreasi: 129.547 unit.
-
Aktivitas profesional, ilmiah, teknis: 124.287 unit.
-
Pengadaan listrik, gas, uap/air panas, udara dingin: 82.504 unit.
-
Keuangan dan asuransi: 57.589 unit.
Kemudian UMKM pertanian dan perikanan per akhir 2024 berjumlah sekira 29,34 juta unit. Sebanyak 99% merupakan usaha pertanian perorangan.
UMKM pun menjadi pemain utama dalam penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Sekitar 97% pekerja di Indonesia terserap di UMKM.
Pada semester I-2024, UMKM terlibat di 2,4 juta proyek investasi di Indonesia. Total investasi mencapai Rp 127 triliun dan menciptakan 4,7 juta lapangan kerja.
Nilai investasi terhadap pemajuan UMKM tersebut didominasi oleh sektor perdagangan dan reparasi senilai Rp 46,5 triliun. Diikuti oleh sektor jasa Rp 24,8 triliun, hotel dan restoran Rp 13 triliun, konstruksi Rp 11,9 triliun, serta tanaman pangan Rp 7 triliun.
Alfamart dan Indomaret
Lalu bagaimana profil kegiatan usaha Alfamart dan Indomaret, yang disebut sebagai ancaman bagi UMKM Ibu Pertiwi? Apakah usaha mereka terus bertumbuh dan menggerus pangsa pasar UMKM?
Mengutip laporan keuangan terbaru, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang merupakan pengelola Alfamart membukukan laba bersih Rp 1,9 triliun per semester I-2025. Melesat 10,8% dibandingkan tahun sebelumnya.
Sepanjang 2024, laba bersih AMRT tercatat Rp 3,14 triliun. Turun 7.35% dibandingkan tahun sebelumnya.
Berikut perkembangan laba bersih AMRT dalam 10 tahun terakhir:
Bagaimana dengan Indomaret? Apakah laba bersih juga terus tumbuh?
Pada semester I 2025, PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) yang merupakan induk usaha Indomaret membukukan laba bersih Rp 540,65 miliar. Melesat 21,52% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada 2024, DNET meraup laba bersih Rp 1,07 triliun. Meroket 49% dibandingkan 2023.
Berikut perkembangan laba bersih DNET dalam 10 tahun terakhir:
(aji)





























