Bahasa Portugis Tak Urgen, P2G: Mandarin Lebih Dilirik Industri
Dinda Decembria
24 October 2025 17:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) menilai rencana pemerintah menjadikan bahasa Portugis sebagai mata pelajaran di sekolah belum mendesak untuk diterapkan.
Koordinator Nasional P2G, Satriawan Salim, menyebut kebijakan itu justru menambah beban kurikulum siswa yang sudah cukup padat.
Menurutnya, bahasa Mandarin jauh lebih relevan diajarkan karena kini menjadi bahasa utama dalam dunia bisnis dan industri global.
“Cina adalah pusat pertumbuhan ekonomi dan teknologi dunia. Jadi, secara fungsional, Mandarin lebih bermanfaat bagi peningkatan kualitas SDM kita,” jelasnya dalam keterangan, Jumat (24/10).
P2G juga mengingatkan pentingnya pelestarian bahasa daerah yang kini terancam punah. Berdasarkan data BRIN, sekitar 400 bahasa lokal di Indonesia menghadapi risiko hilang. “Sekolah harus menjadi ruang konservasi bahasa ibu agar tidak punah,” ujarnya.
































