Respons China Soal Wacana AS Larang Ekspor Perangkat Lunak
Rosmayanti
23 October 2025 20:35

Bloomberg Technoz, Jakarta - China menanggapi wacana Amerika Serikat (AS) untuk melarang Negeri Tirai Bambu itu membeli berbagai jenis perangkat lunak krusial. Hal ini disebut akan dilakukan apabila China tidak membatalkan ancamannya untuk membatasi ekspor logam tanah jarang.
"Perang tarif dan perang dagang tidak menguntungkan pihak mana pun, dan kedua belah pihak harus bernegosiasi untuk mencari solusi berdasarkan kesetaraan, saling menghormati, dan saling menguntungkan," ujar Kementerian Luar Negeri China dalam pernyataannya, disitir Bloomberg News, Kamis (23/10/2025).
Sementera itu, Kementerian Perdagangan China mengatakan Wakil Perdana Menteri He Lifeng akan bertemu dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent di Kuala Lumpur, ibu kota Malaysia, pada 24-27 Oktober. Perundingan terbaru ini bertujuan meredakan ketegangan antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut.
Menurut pernyataan Kemendag China pada Kamis, kedua pejabat tersebut juga sedang menyiapkan pertemuan antara Xi Jinping dan Donald Trump yang diprediksi berlangsung akhir bulan ini di sela-sela KTT Pemimpin Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Korea Selatan.
Trump juga diperkirakan akan mengunjungi Malaysia dalam lawatannya ke Asia, yang juga akan menyambangi Jepang dan Korea Selatan. Jadwal perjalanannya mungkin bersamaan dengan kunjungan Perdana Menteri China Li Qiang ke negara Asia Tenggara tersebut untuk menghadiri KTT ASEAN.




























