Sebagai contoh, Edi menyebut produk madu khas masyarakat Badui yang memiliki potensi pasar tinggi. Menurutnya, produk seperti ini harus difasilitasi KOPDES agar memiliki akses pemasaran yang lebih modern dan terstruktur.
Ia menekankan, apabila KOPDES justru bersaing langsung dengan warung dan pedagang kecil desa, maka pelaku UMKM yang selama ini menopang ekonomi perdesaan dapat tertekan dan kehilangan ruang usaha.
Edi berharap pemerintah memperjelas desain program agar koperasi desa fokus pada pemberdayaan dan perluasan pasar, bukan mengambil alih segmen usaha yang sudah berjalan.
“Spiritnya harus diperhatikan. KOPDES hadir untuk mendorong, bukan menggantikan,” tutupnya.
(ell)
No more pages






























