“Mungkin masih terlalu dini untuk menentukan apakah ini adalah titik terendah, terutama karena pasar yang lebih luas masih fluktuatif, terutama emas,” kata James Butterfill, Kepala Riset Global di manajer aset kripto CoinShares.
Hingga pukul 8.30 waktu Indonesia, Bitcoin bertahan pada level US$108.235 (sekitar Rp1,79 miliar) sementara Ether US$3.821,3 (sekitar Rp63,28 juta).
Diketahui, pasca zona bullish yang terjadi pada emas kini aset tradisional ini mengalami pelemahan dan kembali terjadi hari ini sekitar 1%. Pada Rabu waktu Indonesia emas di pasar spot sempat mencatat penurunan harian terbesar sepanjang sejarah.
Penilaian suram atas Bitcoin dan diikuti dengan koreksi, serta likuidasi sepanjang pekan lalu masih akan jadi pertimbangan pasar, terang Butterfill. Hal yang dapat membawa sejumlah investor untuk melikuidasi aset mereka lebih lanjut.
Secara umum Butterfill menegaskan bahwa sentimen pasar kripto secara umum bearish. Data keseluruhan aset kripto pada Kamis dini hari waktu Indonesia mengalami pelemahan 3,9% dibandingkan hari sebelumnya, dilansir dari CoinDesk. Kapitalisasi pasar koin kripto juga turun pada kisaran 3,4% ke US$3,64 triliun.
(red/wep)






























