Logo Bloomberg Technoz

Dana Operasional Segera Habis, PBB Terancam Bangkrut

News
31 January 2026 11:30

Antonio Guterres, sekretaris jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). (Dok: Alex Kraus/Bloomberg)
Antonio Guterres, sekretaris jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). (Dok: Alex Kraus/Bloomberg)

Magdalena Del Valle - Bloomberg News

Bloomberg, Kepala PBB memperingatkan bahwa organisasi tersebut akan kehabisan uang tunai pada Juli. Pasalnya, PBB terus menghadapi krisis keuangan yang sebagian besar disebabkan oleh tunggakan pembayaran AS.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memberi tahu negara-negara anggota bahwa badan dunia tersebut menghadapi "krisis keuangan yang akan segera terjadi" dan jika tren historis berlanjut, anggaran regulernya akan habis dalam enam bulan ke depan.


Dalam surat tertanggal 28 Januari yang dilihat Bloomberg News, Guterres mengatakan aturan anggaran yang mewajibkan PBB mengembalikan uang yang tidak terpakai telah membuat organisasi tersebut kesulitan mempertahankan likuiditas. "Semakin banyak kita menabung, semakin banyak kita dihukum," tulisnya.

Lembaga ini telah lama kekurangan dana, tetapi tekanan semakin meningkat sejak awal masa jabatan kedua Presiden Donald Trump karena AS menyerang organisasi internasional dan menolak membayar iurannya—sebaliknya, AS mengambil pendekatan lebih selektif terhadap tujuan yang dibantunya untuk didanai.