Logo Bloomberg Technoz

Bursa Asia Diperkirakan Melemah Setelah Wall Street Bergejolak

News
23 October 2025 06:20

Ilustrasi bursa Asia. (Dok: Bloomberg)
Ilustrasi bursa Asia. (Dok: Bloomberg)

Jason Scott - Bloomberg News

Bloomberg, Bursa saham Asia diperkirakan dibuka melemah pada Kamis (23/10) pagi setelah sesi perdagangan yang bergejolak di Wall Street, di mana terjadi pelemahan luas pada saham dan aset-aset lindung nilai.

Kontrak berjangka indeks saham menunjukkan tren penurunan di sejumlah bursa utama kawasan, mulai dari Tokyo, Shanghai, hingga Sydney. Indeks Nasdaq 100 turun 1% setelah Texas Instruments Inc memberikan proyeksi yang lemah dan saham Netflix Inc anjlok hingga 10%. Pada perdagangan setelah jam bursa, saham Tesla Inc. ikut terkoreksi setelah laporan laba perusahaan tidak memenuhi ekspektasi meski penjualan melonjak.


Menambah kekhawatiran investor, pasar juga mencermati perkembangan di Washington setelah pemerintahan Trump menyatakan sedang mempertimbangkan pembatasan ekspor perangkat lunak ke China, yang kembali memicu ketegangan perdagangan. Sementara itu, harga minyak melonjak setelah AS menjatuhkan sanksi terhadap dua produsen minyak terbesar Rusia dalam upaya terbaru untuk menekan Presiden Vladimir Putin agar menghentikan perang di Ukraina.

Rabu menjadi hari perdagangan lain di mana aset-aset yang digemari investor ritel berisiko tinggi mengalami tekanan paling besar, termasuk logam mulia, kripto, dan saham-saham terkait kecerdasan buatan (AI). Indeks yang digunakan oleh investor kuantitatif untuk melacak saham bertema momentum, seperti Bloomberg US Pure Momentum Portfolio, juga turun tajam dalam beberapa hari terakhir.