Logo Bloomberg Technoz

Telkom-TIF Teken CSA, Akselerasi Spin-off Bisnis Fiber Rp 35,8 T


(Dok. Telkom)
(Dok. Telkom)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) dan anak usahanya, PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF), menandatangani Conditional Spin-off Agreement (CSA) untuk pemisahan sebagian bisnis dan aset wholesale fiber connectivity pada Senin (20/10) di Jakarta. Kesepakatan ini menjadi salah satu milestone strategi strategic holding Telkom yang berfokus pada penguatan fondasi infrastruktur digital.

Langkah spin-off dilakukan untuk meningkatkan efisiensi, monetisasi aset, dan memperluas peluang kemitraan strategis. Telkom menyebut pemisahan ini sekaligus mendukung percepatan pemerataan konektivitas nasional berbasis infrastruktur digital berkelanjutan.

Usai proses spin-off, TIF akan mengelola lebih dari 50% aset jaringan fiber Telkom, mulai dari access, aggregation, backbone hingga infrastruktur pendukung, dengan nilai transaksi mencapai Rp 35,8 triliun. Meski Telkom masih menggenggam lebih dari 99,9% saham TIF, perusahaan memastikan TIF akan beroperasi netral untuk melayani pelanggan wholesale internal maupun eksternal.

“Keberadaan TIF akan memperkuat posisi TelkomGroup sebagai penyedia infrastruktur digital utama di Indonesia, sekaligus memungkinkan kami menghadirkan layanan generasi terbaru yang lebih kompetitif,” ujar Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini.

(Dok. Telkom)

Telkom menyebut pendekatan ini sejalan dengan tren global. Sejumlah operator dunia seperti Telstra, Telecom Italia (TIM), hingga Telefonica juga sukses meningkatkan valuasi dan efisiensi lewat pemisahan unit infrastruktur.

Di kesempatan yang sama, Direktur Utama TIF, I Ketut Budi Utama, menegaskan kesiapan TIF sebagai tulang punggung konektivitas digital nasional. “Pemisahan ini membuat kami bisa bergerak lebih fokus, efisien, dan kolaboratif dalam menghadirkan layanan wholesale connectivity yang andal dan kompetitif,” ujarnya.

TIF juga telah resmi menggunakan jenama InfraNexia, singkatan dari infrastructure connection Indonesia. Produk yang ditawarkan mencakup Metro-E, SL-WDM, Global Link, IP Transit, Passive Access, VULA, Bitstream hingga layanan white label FTTX.

Setelah penandatanganan CSA, rangkaian proses pemisahan akan berjalan sesuai regulasi, termasuk ketentuan OJK. Dalam aksi korporasi ini, Telkom menggandeng BNI Sekuritas sebagai penasihat keuangan dan ABNR sebagai penasihat hukum.