Logo Bloomberg Technoz

Aset yang dimaksud meliputi pesawat udara, pesawat yang tidak digunakan (unused aircraft), serta aset bernilai rendah (Low Value Asset/ LVA) dan Unit Load Device (ULD). Langkah tersebut mengacu pada Pasal 102 UU Perseroan Terbatas dan Peraturan Menteri BUMN No. PER-2/MBU/03/2023 tentang pedoman tata kelola dan aksi korporasi signifikan BUMN.

Selain itu, Garuda Indonesia juga akan meminta pelimpahan kewenangan kepada direksi untuk menindaklanjuti pengalihan aset tersebut serta persetujuan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas UU BUMN.

Rapat akan terbuka bagi pemegang saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham hingga 20 Oktober 2025.

Rencana Tambah Modal dari Danantara

BPI Danantara berencana mengucurkan puluhan triliun dana segar ke GIAA dalam rangka restrukturisasi. Suntikan modal tersebut dilakukan melalui dua skema, yakni setoran tunai senilai US$1,441 miliar (Rp23,39 triliun) serta konversi pinjaman pemegang saham atau shareholder loan (SHL) sebesar US$405 juta (Rp6,56 triliun).

Dalam aksi korporasi ini, Garuda akan menerbitkan 407,90 miliar saham baru dari portepel dengan harga pelaksanaan Rp75 per saham, berdasarkan hasil penilaian wajar oleh KJPP Areyanto & Rekan. Seluruh saham baru tersebut akan diklasifikasikan sebagai saham Seri D.

Teranyar, GIAA sendiri melakukan perombakan besar-besaran di tubuh pengurus. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (15/10/2025), Garuda Indonesia mengumumkan perubahan susunan direksi dan dewan komisaris. Glenny H. Kairupan diangkat menjadi Direktur Utama menggantikan Wamildan Tsani Panjaitan, yang baru menjabat sebagai Dirut selama 11 bulan.

Sementara dua warga negara asing, Balagopal Kunduvara dan Neil Raymond Mills turut bergabung sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko serta Direktur.

(dhf)

No more pages