Di sisi lain, dia enggan berkomentar ihwal kemungkinan keterlibatan Shell Plc pada lelang putaran kedua tahun ini. Dia beralasan belum mendapat informasi soal keputusan investasi Shell di blok migas Indonesia.
“Belum ada [informasi],” tuturnya.
Sebelumnya, Kementerian ESDM membuka putaran lelang tahap kedua blok migas 2025 pada perhelatan Asia Pacific Oil & Gas Conference and Exhibition (APOGCE) 2025 di Jakarta, Selasa (14/10/2025).
Terdapat tujuh blok yang ditawarkan pada area barat dan dua blok lainnya berada di area timur.
Adapun, terdapat tujuh blok yang ditawarkan langsung (direct offer) dengan joint-study di antaranya Jalu, Southwest Andaman, Karunia, Delapan Muaro, Baron, Drawa dan Bintuni.
Sementara itu, terdapat satu blok direct offer tanpa joint study yakni Gagah. Sementara, Kementerian ESDM membuka lelang reguler untuk blok Abar Anggursi.
Berikut Sembilan Blok yang Ditawarkan Kementerian ESDM pada Putaran Kedua 2025:
1.Blok Jalu
Potensi sumber daya gas sekitar 2,9 triliun kaki kubik (TCF) dengan luas area 3.942,62 kilometer persegi. Bonus tanda tangan minimal US$300.000 dan tipe kontrak cost recovery. Pembagian hasil (split) yang ditawarkan 60:40 (minyak) dan 55:45 (gas). Komitmen kerja pasti meliputi G&G, acquisition dan processing 3D seismic 500 kilometer persegi.
2. Blok Southwest Andaman
Potensi sumber daya gas sekitar 3 TCF dengan luas area 5.715,49 kilometer persegi. Bonus tanda tangan minimal US$300.000 dan tipe kontrak gross split. Pembagian hasil (split) yang ditawarkan 53:47 (minyak) dan 51:49 (gas). Komitmen kerja pasti meliputi G&G, acquisition dan processing 3D seismic 500 kilometer persegi.
3. Karunia
Potensi sumber daya sekitar 82 juta barel minyak (MMBO) dan 132 miliar kaki kubik (BCF) gas dengan luas area 5.496,07 kilometer persegi. Bonus tanda tangan minimal US$300.000 dan tipe kontrak cost recovery. Pembagian hasil (split) yang ditawarkan 60:40 (minyak) dan 55:45 (gas). Komitmen kerja pasti meliputi G&G, GGRPE for Parit Minyak Structure - 2 exploratory well.
4. Delapan Muaro
Potensi sumber daya sekitar 56 MMBO dan 953 BCF gas dengan luas area 5.499,48 kilometer persegi. Bonus tanda tangan minimal US$300.000 dan tipe kontrak cost recovery. Pembagian hasil (split) yang ditawarkan 60:40 (minyak) dan 55:45 (gas). Komitmen kerja pasti meliputi G&G, acquisition dan processing 2D seismic 100 kilometer persegi.
5. Barong
Potensi sumber daya sekitar 2,9 TCF gas dengan luas area 8.499,88 kilometer persegi. Bonus tanda tangan minimal US$200.000 dan tipe kontrak cost recovery. Pembagian hasil (split) yang ditawarkan 55:45 (minyak) dan 50:50 (gas). Komitmen kerja pasti meliputi G&G, acquisition dan processing 3D seismic 200 kilometer persegi.
6.Drawa
Potensi sumber daya sekitar 360 BCF gas dengan luas area 7.244,17 kilometer persegi. Bonus tanda tangan minimal US$200.000 dan tipe kontrak cost recovery. Pembagian hasil (split) yang ditawarkan 55:45 (minyak) dan 50:50 (gas). Komitmen kerja pasti meliputi G&G, acquisition dan processing 2D Seismic 1.000 kilometer persegi atau purchasing for seismic data processing advanced psuedo 3D minimal 4.000 kilometer persegi.
7. Bintuni
Potensi sumber daya sekitar 2,1 TCF gas dengan luas area 6.001 kilometer persegi. Bonus tanda tangan minimal US$300.000 dan tipe kontrak cost recovery. Pembagian hasil (split) yang ditawarkan 60:40 (minyak) dan 55:45 (gas). Komitmen kerja pasti meliputi G&G, acquisition dan processing 2D seismic 500 kilometer persegi.
8. Gagah
Potensi sumber daya sekitar 173 MMBO dan 1,1 TCF gas dengan luas area 1.595,48 kilometer persegi. Bonus tanda tangan minimal US$300.000 dan tipe kontrak cost recovery. Pembagian hasil (split) yang ditawarkan 60:40 (minyak) dan 55:45 (gas). Komitmen kerja pasti meliputi G&G, acquisition dan processing 2D seismic 100 kilometer persegi.
9.Abar Anggursi
Potensi sumber daya sekitar 357 MMBO dan 1,8 TCF gas dengan luas area 8.426,19 kilometer persegi. Bonus tanda tangan minimal US$200.000 dan tipe kontrak cost recovery atau gross split. Pembagian hasil (split) yang ditawarkan 55:45 (minyak) dan 50:50 (gas) untuk skema cost recovery dan 53:47 (minyak) dan 51:49 (gas) untuk skema gross split. Komitmen kerja pasti meliputi G&G, acquisition dan processing 2D seismic 300 kilometer persegi.
(naw)































