“Kompensasi energi 2024 sudah dibayar bulan Juni yang lalu,” kata Suahasil.
Selain itu, dia menuturkan, kementeriannya telah menyepakati besaran kompensasi energi untuk kuartal I & kuartal II 2025 dengan Kementerian ESDM dan BP Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
“Minggu lalu, pak Menkeu [Purbaya] dan Menteri ESDM [Bahlil Lahadalia] dan BP BUMN telah menyepakati angka kompensasi untuk triwulan I & II 2025,” tuturnya.
Berdasarkan catatan Kementerian Keuangan, besaran utang kompensasi sepanjang Januari-Juni 2025 itu mencapai Rp55 triliun.
Adapun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah bakal melunasi utang kompensasi itu pada Oktober.
Namun, Purbaya tidak memerinci berapa besaran kompensasi untuk masing-masing BUMN energi tersebut dari total Rp55 triliun itu.
“Rp55 triliun kompensasi saja, kalau subsidi dibayar tiap bulan,” kata Purbaya kepada awak media usai rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Selasa (30/9/2025).
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan kementeriannya bersama dengan otoritas fiskal telah menyepakati pelunasan utang kompensasi untuk Pertamina & PLN pekan lalu.
“Untuk 2024 sudah final dan selesai. Sementara itu, kompensasi kuartal I dan II 2025 juga sudah diketok,” kata Bahlil di kantor Kementerian ESDM, Jumat (10/10/2025).
(naw)






























