Logo Bloomberg Technoz

Tantangan dan Peluang

Dalam sesi diskusi, Rina juga mengakui bahwa membentuk komunitas ini bukan tanpa tantangan. Banyak yang awalnya mempertanyakan urgensi komunitas perempuan. Namun, setelah turun langsung ke berbagai unit bisnis, timnya menemukan banyak tantangan tersembunyi yang dihadapi perempuan di tempat kerja.

“Ternyata seperti gunung es. Di balik permukaan, ada banyak masalah — terutama soal kebijakan yang belum tentu berpihak pada perempuan,” jelasnya.

Menariknya, peluncuran komunitas ini juga mendapat perhatian dari karyawan laki-laki.

“Ada yang bertanya, ‘Kenapa nggak ada komunitas laki-laki?’ Di sini kami tekankan, ini bukan soal eksklusivitas. Komunitas ini hadir bukan untuk memisahkan, tapi justru menguatkan ekosistem bersama,” ujar Rina.

Strategi Kepemimpinan dan Dukungan Nyata

Sebagai pemimpin perempuan di industri yang dominan maskulin seperti otomotif, Rina berbagi strategi dan pengalaman pribadi. Ia menyoroti pentingnya keberanian mengambil tantangan.

“Sering kali kita sebagai perempuan meragukan diri sendiri. Saat kesempatan datang, kita mundur karena takut tidak mampu. Padahal sebenarnya kita mampu,” katanya. “Kuncinya adalah jangan takut mengambil challenge. Profesionalisme itu tidak mengenal gender," imbuhnya.

Astra sendiri sudah mengembangkan berbagai inisiatif untuk mendukung kepemimpinan perempuan. Salah satunya adalah program mentoring dan coaching antarperempuan, yang disebut women support women.

“Kadang kompetensi dan performa kita setara, tapi tantangannya berbeda. Ada hal-hal yang lebih nyaman didiskusikan dengan sesama perempuan. Maka program ini sangat membantu, karena kita tahu kita tidak sendiri,” ujar Rina.

Dampak Nyata dan Kontribusi Sosial

Perempuan Astra juga aktif dalam kegiatan sosial. Salah satu kontribusi terbaru mereka adalah keterlibatan dalam pembangunan rumah sederhana di kampung pekerja, sebagai bagian dari program pemerintah.

“Kami datang sebagai volunteer. Rasanya luar biasa melihat harapan di mata masyarakat yang kami bantu. Di situ kami benar-benar merasa berdampak,” tutur Rina.

Lebih jauh, Rina menjelaskan bahwa keberadaan Perempuan Astra sejalan dengan Aspirasi Astra 2030, khususnya dalam pilar people dan public contribution yang menekankan inklusivitas dan keberlanjutan.

Pesan untuk Perempuan Indonesia

Menutup sesi, Rina menyampaikan pesan inspiratif kepada seluruh perempuan Indonesia agar selalu percaya pada kemampuan diri, berani mengambil setiap kesempatan, serta memiliki growth mindset untuk terus belajar dan berkembang. Ia juga mengingatkan bahwa setelah berdaya, setiap perempuan perlu memberikan dampak positif bagi pekerjaan, perusahaan, dan masyarakat luas.

“Kita harus yakin dengan kemampuan kita. Ambil kesempatan yang datang. Punya growth mindset, terus belajar dan berkembang. Dan setelah kita berdaya, jangan lupa berdampak – untuk pekerjaan kita, perusahaan kita, dan yang lebih luas lagi, masyarakat kita," tutupnya.

Sesi Fireside Chat ini menegaskan bahwa Perempuan Astra bukan hanya tentang peran di internal perusahaan, tapi juga tentang kontribusi terhadap perubahan sosial yang lebih besar.

(tim)

No more pages