Logo Bloomberg Technoz

Kenaikan Saham 1.000% di RI jadi Misteri, Banyak Gorengan

News
16 June 2023 09:52

Karyawan melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Karyawan melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Fathiya Dahrul dan Norman Harsono - Bloomberg News 

Bloomberg, Keuntungan ribuan persen dari perdagangan saham di Indonesia memicu seruan untuk membuat regulasi yang lebih ketat di pasar saham terbesar di Asia Tenggara.

Kalangan pelaku pasar saham domestik mengenalnya dengan istilah saham "gorengan", mereka sering kali memiliki kepemilikan yang terkonsentrasi, volume perdagangan yang rendah, cakupan analis yang cermat, dan valuasi yang relatif lebih mahal dibanding peers.

Dalam tiga tahun terakhir, setidaknya 83 perusahaan Indonesia telah berayun 1.000% atau lebih dari puncak ke lembah, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Itu sekitar 10 persen dari total saham yang terdaftar, proporsi yang lebih tinggi daripada di negara tetangga Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam, dan Filipina.

Sementara ayunan saham liar untuk saham tidak likuid bukanlah hal baru di pasar negara berkembang, langkah tersebut telah menjadi sangat ekstrem di Indonesia sehingga regulator pada hari Senin memperkenalkan papan pantauan baru untuk dengan cepat melihat apa yang mereka anggap sebagai perusahaan bermasalah, itu sebagai cara melindungi investor.