Manajemen belum merinci agenda yang akan dibahas dalam RUPSLB. Namun, rapat ini dilakukan di tengah isu masuknya direksi warga negara asing.
Sesuai dengan Pasal 16 Peraturan OJK dan Pasal 23 Anggaran Dasar Perseroan, pemegang saham yang dapat mengusulkan mata acara rapat adalah pemegang saham Seri A Dwiwarna, atau satu pemegang saham atau lebih yang mewakili sedikitnya 1/20 dari jumlah seluruh saham dengan hak suara sah.
Usulan mata acara harus diajukan secara tertulis kepada direksi paling lambat tujuh hari sebelum tanggal panggilan rapat, yaitu pada 24 September 2025.
Syarat usulan meliputi itikad baik, mempertimbangkan kepentingan perusahaan, relevansi dengan agenda yang memerlukan persetujuan rapat, serta menyertakan alasan dan bahan usulan.
Isu Direksi Asing
Sebelumnya, Plt Menteri BUMN Dony Oskaria menanggapi kabar mengenai rencana penunjukan Direktur Keuangan Garuda Indonesia (GIAA), yang disebut berasal dari Singapore Airlines.
Ia menegaskan, pemerintah lebih menitikberatkan pada transformasi fundamental Garuda Indonesia ketimbang siapa sosok yang akan menduduki jabatan tersebut.
“Intinya, yang harus dilihat bukan itunya menurut saya. Tetapi bahwa pemerintah itu berkepentingan besar untuk melakukan transformasi fundamental. Itu yang lebih penting. Nanti mengenai personelnya tentu kita ingin yang terbaik, tapi masih belum ya. Nanti kita lihat perkembangannya seperti apa,” ujar Dony saat ditemui di DPR, Rabu (24/9/2025).
Menurut Dony, pemilihan jajaran direksi BUMN, termasuk Garuda, dilakukan melalui mekanisme rekrutmen independen dan asesmen.
“Calonnya tentu banyak yang kami lihat. Pada intinya, lebih fokus pada transformasi fundamental di industri airlines kita,” katanya.
Isu ini juga sempat menjadi bahasan dalam rapat Komisi VI DPR, Senin (22/9/2025). Anggota DPR Mufti Anam mempertanyakan kebenaran kabar masuknya eksekutif dari Singapore Airlines ke tubuh manajemen Garuda.
Ia menilai langkah itu seolah ditutup-tutupi dan meminta agar prioritas tetap diberikan kepada sumber daya manusia dalam negeri.
“Betul tidak ada eksekutif dari Singapore Airlines masuk ke jajaran direksi Garuda? Kalau benar, kenapa harus disembunyikan? Kami minta agar lebih diprioritaskan anak bangsa, karena SDM kita juga banyak yang berpengalaman di maskapai besar dunia,” kata Mufti.
(dhf)

























