Logo Bloomberg Technoz

Rugi GIAA Susut pada Kuartal I-2026, Beban Avtur Belum Kelihatan

Nyoman Ary Wahyudi
23 April 2026 08:00

Pesawat milik PT Garuda Indonesia Tbk (Bloomberg/Dimas Ardian)
Pesawat milik PT Garuda Indonesia Tbk (Bloomberg/Dimas Ardian)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) memangkas 128 karyawan pada kuartal I-2026. Perampingan itu berhasil memperbaiki posisi rugi maskapai milik negara tersebut.

Mengutip laporan keuangan perseroan, GIAA mencatat rugi sebesar US$46,48 juta atau sekitar Rp774,63 miliar (asumsi kurs Rp16.666 per dolar AS) pada kuartal I-2026.

Posisi rugi itu relatif susut dari rugi pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$79,49 juta atau sekitar Rp1,28 triliun (asumsi kurs Rp16.781 per dolar AS).


GIAA membukukan pendapatan sebesar US$762,35 pada kuartal I-2026, ditopang oleh penerbangan berjadwal sebanyak US$648,10 juta. Adapun, pos penerbangan berjadwal itu naik dari posisi tahun sebelumnya sebesar US$603,69 juta.

Hanya saja, pos pendapatan dari penerbangan tidak terjadwal susut 34,2% ke level US$24,98 juta. Pendapatan lain-lain dari bisnis GIAA menyumbang US$89,27 juta.