Sedang rupee India (-0,05%), baht Thailand (-0,04%), dolar Hong Kong (0,04%), dan peso Filipina (0,01%), masih tertekan di zona merah, tak sejalan dengan tren regional.
Dengan itu, rupiah berhasil menguat terbanyak ketiga di Asia pada perdagangan hari ini, Senin.
Rupiah berhasil menguat di tengah tren pelemahan dolar AS yang begitu deras. Siang hari ini di pasar Asia, Dollar Index (yang menggambarkan posisi greenback di hadapan enam mata uang utama dunia) masih melemah 0,19% ke 97,965.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun turut berhasil mencatat penguatan mengesankan dengan menghijau 0,3% sejurus dengan arus pembelian yang kembali masif di saham–saham berkapitalisasi besar.
Saham BRMS, BBCA, MBMA, BNLI, hingga PANI, juga saham konglomerat Prajogo Pangestu seperti BREN, BRPT, TPIA, serta saham PTRO yang menopang penuh penguatan IHSG.
Sementara di pasar surat utang negara, berdasarkan pantauan data realtime di OTC Bloomberg, mayoritas harga obligasi negara menguat ditandai dengan penurunan tingkat imbal hasil.
Yield tenor 1 tahun turun 0,1 bps ke level 5,023%. Sedang tenor 2 tahun bahkan turun 1 bps yang saat ini ada di 5,032%. Begitu juga tenor 5 tahun turun yield–nya mencapai 6,4 bps menyentuh 5,506%.
Sementara tenor panjang 10 tahun, 15 tahun, dan 20 tahun terpangkas masing–masing 5,5 bps, 3,8 bps, dan 3,4 bps di level 6,369%, 6,768%, dan 6,847%.
Berbalik menguatnya rupiah terutama karena faktor dari dalam negeri di mana pemodal asing terindikasi mulai kembali berbelanja di Bursa Saham setelah sebelumnya diterpa kabar berita kurang positif.
Sedang di pasar surat utang, sepertinya investor mulai masuk lagi melihat tingkat imbal hasil yang sudah menarik.
Membaiknya sentimen di pasar keuangan RI hari ini menghentikan tekanan yang berlangsung semenjak meluasnya kecemasan fiskal yang terus berlanjut usai pergantian Menteri Keuangan, menurut analis.
Selain itu, pasar juga relatif mulai tenang menyusul pernyataan Menteri Keuangan baru Purbaya Yudhi Sadewa yang menyebut rupiah akan kembali stabil, seiring respons pasar terhadap kebijakan pemerintah dan koordinasi dengan Bank Indonesia (BI).
"Senin baru mulai ini (rupiah membaik), Selasa, Rabu mesti udah balik. Hitungan saya. Yang jelas begini, fondasi ekonomi kita akan membaik terus ke depan. Kita menjalankan kebijakan untuk mendorong ekonomi, enggak main-main," kata Purbaya kepada jurnalis di Kantornya, Jakarta, Jumat lalu.
Dia pun percaya pemerintah serius menjalankan kebijakannya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas keuangan.
“Bank Sentral juga sinkron dengan kami, tujuannya sama. Menjaga stabilisasi ekonomi dan menciptakan pertumbuhan yang lebih cepat. Supaya kita semua kaya bareng-bareng lah gitu,” tegasnya.
(fad/wep)































