Logo Bloomberg Technoz

Harga CPO Diproyeksi Naik 15% Imbas Wacana Biodiesel B50 di RI

News
24 September 2025 16:50

Seorang pekerja memberikan pupuk pada pohon kelapa sawit di kebun pembibitan di Kabupaten Kotawaringin Barat. (Fotografer:Muhammad Fadli/Bloomberg)
Seorang pekerja memberikan pupuk pada pohon kelapa sawit di kebun pembibitan di Kabupaten Kotawaringin Barat. (Fotografer:Muhammad Fadli/Bloomberg)

Anuradha Raghu - Bloomberg News

Bloomberg, Harga minyak sawit atau crude palm oil (CPO) diperkirakan naik sekitar 15% dari level saat ini hingga melampaui 5.000 ringgit (US$1.191) per ton pada akhir tahun ini, setelah siklus produksi musiman tertingginya berakhir, menurut pedagang veteran Dorab Mistry.

Harga minyak goreng kelapa sawit—jenis yang paling banyak dikonsumsi di dunia — bahkan dapat melonjak hingga 5.500 ringgit, tertinggi sejak Juni 2022, pada kuartal I-2025 depan jika Indonesia, sebagai negara penghasil utama minyak sawit, terus mengambil alih perkebunan dan meningkatkan campuran biofuel dalam solar menjadi 50%, ujar Mistry, Direktur di Godrej International Ltd., dalam slide presentasi yang disiapkan untuk sebuah konferensi di Kolombia pada Selasa (23/9/2025).

Pergerakan futures CPO./dok. Bloomberg

“Produksi minyak sawit telah stagnan,” kata Mistry, yang telah berdagang minyak nabati selama lebih dari tiga dekade.

Pertumbuhan produktivitas minyak sawit telah merosot ke nol atau bahkan negatif, sementara penanaman kedelai, bunga matahari, dan rapeseed tidak berkembang karena harga minyak biji-bijian tidak menarik, ujarnya.