Logo Bloomberg Technoz

BMKG juga memantau sistem cuaca tropis lain, yaitu bibit siklon 92W dan 98B. Ragasa berada di Laut Filipina bagian timur laut Pulau Luzon, dengan kekuatan angin maksimum hingga 110 knot (205 km/jam) dan telah mencapai kategori 5.

Sementara 92W berada di timur laut Papua dan memiliki potensi rendah berkembang dalam 24–72 jam mendatang. 98B yang berada di Teluk Benggala kini telah keluar dari wilayah pantauan TCWC Jakarta.

Lebih jauh Guswanto menjelaskan bahwa kondisi atmosfer dan laut yang mendukung munculnya sistem tropis seperti Ragasa antara lain suhu permukaan laut yang hangat serta gangguan atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO).

Indonesia, yang berada di jalur monsun dan di antara dua samudra, rentan terhadap pengaruh sistem cuaca tropis dari berbagai arah.

Tentang pertanyaan apakah topan seperti Ragasa bisa langsung membentuk siklon yang menyerang Indonesia, BMKG menjelaskan bahwa kedekatan Indonesia ke garis khatulistiwa membuat gaya Coriolis tidak cukup kuat untuk membentuk pusaran badai kategorikal besar di wilayah ini. 

Oleh karena itu, dampak yang paling mungkin dirasakan biasanya berupa cuaca ekstrem dan gelombang tinggi, bukan “topan langsung melanda”.

Di sisi pencegahan, BMKG menghimbau masyarakat untuk:

  • Mengikuti update informasi resmi secara rutin,
  • Menghindari aktivitas laut jika tidak mendesak,
  • Menyiapkan rencana siaga lokal khususnya wilayah pesisir
  • Memastikan kesiapsiagaan terhadap cuaca ekstrem dan perubahan cuaca mendadak.

Sebelumnya diberitakan, Topan Super Ragasa diperkirakan akan melintasi pesisir selatan China pada Rabu (24/9/2025) malam setelah menghantam Hong Kong dengan hujan deras dan angin kencang, yang menumbangkan pepohonan dan merusak infrastruktur di seluruh kota.

Menurut badan meteorologi, badai ini membawa angin berkecepatan tertinggi 185 kilometer per jam hingga pukul 12 siang waktu setempat. Sistem cuaca besar ini, yang setara dengan badai Kategori III pada skala Saffir-Simpson lima tingkat, berada sekitar 160 kilometer di sebelah barat daya kota.

Ragasa merupakan badai tropis terburuk di dunia tahun ini dan berpotensi menjadi topan paling merusak yang melanda Hong Kong dalam tujuh tahun terakhir. Badai ini telah menyebabkan ribuan penerbangan dibatalkan, serta kegiatan belajar mengajar, layanan kereta api, dan aktivitas bisnis dihentikan di kota-kota besar di China selatan.

(dec/spt)

No more pages