Logo Bloomberg Technoz

Pembiayaan Transisi Energi Bank Global Mandek

News
18 September 2025 20:20

Pembangkit Listrik Tenaga Surya(PLTS) Terapung Cirata di Purwakarta, Kamis (9/11/2023). (Rosa Panggabean/Bloomberg)
Pembangkit Listrik Tenaga Surya(PLTS) Terapung Cirata di Purwakarta, Kamis (9/11/2023). (Rosa Panggabean/Bloomberg)

Alastair Marsh -- Bloomberg News

Bloomberg, Sektor perbankan global gagal menunjukkan kemajuan dalam mendanai transisi energi bersih sepanjang tahun lalu. Alokasi modal untuk energi fosil seperti minyak, gas, dan batu bara masih lebih besar dibanding investasi ke energi terbarukan.

Menurut analisis BloombergNEF (BNEF), bank-bank besar dunia hanya mengalokasikan 89 sen untuk proyek energi rendah karbon—seperti angin, surya, dan jaringan listrik—untuk setiap US$1 yang mereka gelontorkan ke sektor bahan bakar fosil. Angka ini nyaris tidak berubah dibanding tahun 2023.


Padahal, agar dunia tetap berada di jalur untuk membatasi pemanasan global hingga ambang kritis 1,5°C, porsi pembiayaan untuk proyek hijau perlu mencapai empat kali lipat dari dana yang dialirkan ke energi fosil. Rasio pembiayaan pasokan energi (Energy Supply Banking Ratio) yang dihitung BNEF—meliputi pembiayaan utang dan penerbitan saham—hampir tidak bergerak sejak 2021, yang kala itu tercatat di angka 0,75.

“Data ini menunjukkan adanya kemandekan dalam strategi pembiayaan industri dan institusi keuangan,” tulis BNEF dalam laporannya.

Grafik pembiayaan transisi energi oleh perbankan secara tahunan. (Bloomberg)