Angka-angka ini juga muncul sebelum Donald Trump kembali menjabat sebagai Presiden AS untuk periode kedua. Salah satu langkah awal Trump di Januari adalah menandatangani perintah eksekutif bertajuk "Unleashing American Energy", yang bertujuan menghidupkan kembali industri bahan bakar fosil di AS.
Bahkan sebelum Trump terpilih kembali, bank-bank di AS sudah berada di bawah tekanan untuk menarik diri dari aliansi iklim dan membuktikan kepada legislator Partai Republik bahwa mereka masih mendukung sektor energi fosil.
Namun tahun ini, kelebihan pasokan minyak telah menekan harga dan berdampak pada penurunan pembiayaan dari bank-bank besar AS terhadap sektor ini.
Data Bloomberg menunjukkan, sepanjang 2025 sejauh ini, enam bank terbesar di AS mencatat penurunan pembiayaan—baik lewat pinjaman maupun penerbitan obligasi—ke sektor minyak, gas, dan batu bara sebesar 15%. Bank of America mencatat penurunan terbesar hingga 36%, sementara JPMorgan Chase hanya turun 4,8%.
Meski demikian, BNEF memperingatkan adanya “skeptisisme yang semakin besar di kalangan bank terhadap kemampuan industri dan komitmen pemerintah untuk mencapai target 1,5°C.”
(bbn)































