Logo Bloomberg Technoz

Penyebab Kredit Bank Mandek: Ruang Usaha Belum Cukup Sehat

Pramesti Regita Cindy
29 January 2026 10:15

Aktivitas nasabah bertransaksi di teller perbankan.
Aktivitas nasabah bertransaksi di teller perbankan.

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom menilai sektor perbankan masih kelihatan sulit menyalurkan kredit karena ruang untuk menambah porsi kredit yang benar-benar sehat belum cukup luas.

Chief Economist Permata Bank Josua Pardede menjelaskan, secara sistem, kredit perbankan pada Desember 2025 masih tumbuh 9,6% secara tahunan. Namun, realisasi itu lebih banyak ditopang oleh kredit investasi yang tumbuh tinggi, sementara kredit modal kerja hanya 4,52% dan kredit konsumsi 6,58%.

Di sisi lain, kualitas kredit tetap terjaga, tercermin dari rasio kredit bermasalah (NPL) bruto sekitar 2,05%, dengan  likuiditas perbankan yang memadai.


"Pola seperti ini biasanya mengindikasikan kredit memang tetap jalan, tetapi terkonsentrasi di debitur dan proyek yang paling aman, sementara kredit untuk segmen yang lebih berisiko berjalan lebih selektif," kata Josua Pardede kepada Bloomberg Technoz, Kamis (29/1/2026).

Secara umum, menurut dia, permintaan kredit perbankan belum merata dan banyak pelaku usaha menahan ekspansi karena ketidakpastian dan hitung-hitungan usaha yang belum cukup kuat. Hal ini tercermin dari fasilitas pinjaman yang belum dicairkan masih sangat besar, yakni sekitar Rp2.439,2 triliun atau 22,12% dari plafon kredit yang tersedia.