Saham deposito Amerika Xpeng tetap stabil pada Selasa, sedangkan saham yang diperdagangkan di Hong Kong naik hingga 2,3% pada Rabu. Indeks Hang Seng mencatat level tertinggi dalam empat tahun terakhir berkat reli saham teknologi China.
Namun, insiden ini menjadi kemunduran bagi Xpeng Aeroht, yang sedang bersiap memulai pengiriman Land Aircraft Carrier—mobil listrik biasa yang dilengkapi dengan modul eVTOL terpisah. Land Aircraft Carrier saat ini tersedia untuk dipesan di China dan diperkirakan akan memasuki produksi massal pada 2026.
China telah lama mempromosikan prospek ekonomi dataran rendah yang akan menguntungkan industri eVTOL dan membantu mendorong penyebaran massal. Namun, masih ada pertanyaan mengenai keamanan dan keandalan pesawat terbang yang akan mengangkut orang dalam jarak pendek. Diperkirakan banyak pesawat juga akan tanpa awak.
Perwakilan perusahaan mengatakan kepada Bloomberg News pada Rabu bahwa pilot salah satu eVTOL yang terlibat dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa dan dalam kondisi baik.
Pada Selasa, Xpeng Aeroht mengatakan tidak ada yang terluka, meski ambulans juga terlihat di lokasi kejadian. Mobil pemadam kebakaran menyemprotkan air untuk memadamkan api yang melahap mobil terbang yang rusak, seperti terlihat dalam video yang dibagikan di media sosial. Perwakilan perusahaan belum membalas pertanyaan mengenai potensi cedera.
Kecelakaan eVTOL ini terjadi setelah Xpeng menarik kembali sebagian besar sedan listrik P7+ miliknya pekan lalu akibat kerusakan pada sistem kemudi.
(bbn)
































