Studi: Panas Ekstrem Tewaskan 16.500 Orang di Eropa
News
17 September 2025 20:00

Emma Court - Bloomberg News
Bloomberg, Perubahan iklim memicu gelombang panas musim panas yang diperkirakan menewaskan sekitar 16.500 orang di kota-kota Eropa tahun ini. Angka tersebut membuat jumlah kematian akibat panas lebih dari tiga kali lipat dibandingkan kondisi normal, menurut sebuah studi terbaru.
Analisis ini memberi gambaran awal tentang dampak musim panas terpanas keempat dalam sejarah Eropa, di mana serangkaian gelombang panas melanda Italia, Jerman, hingga Prancis. Suhu mencapai 46°C di Spanyol dan Portugal, yang juga menyebabkan kematian beberapa pekerja luar ruang di Spanyol dan Italia.
“Angka-angka ini mewakili manusia nyata yang kehilangan nyawa,” kata Friederike Otto, profesor ilmu iklim dari Imperial College London yang ikut menulis studi tersebut bersama rekan-rekan dari London School of Hygiene and Tropical Medicine serta lembaga lainnya. “Jika kita terus berada di jalur sekarang — terus membakar bahan bakar fosil — jumlah kematian ini hanya akan semakin meningkat.”
Penelitian yang fokus pada 854 wilayah perkotaan itu menemukan bahwa suhu meningkat hingga 3,6°C antara Juni hingga Agustus akibat perubahan iklim. Namun, analisis ini hanya mencakup kurang dari sepertiga populasi Eropa, sehingga jumlah korban sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi. Studi sebelumnya memperkirakan lebih dari 60.000 orang tewas akibat panas ekstrem di Eropa pada musim panas 2022, dan lebih dari 47.000 orang pada 2023.






























