Logo Bloomberg Technoz

Eropa merupakan benua yang paling cepat memanas di dunia, dengan kawasan Mediterania menjadi titik panas perubahan iklim. Kondisi ekstrem ini mengganggu berbagai aktivitas ekonomi, terutama sektor pariwisata. Musim panas ini, sejumlah objek wisata besar seperti Menara Eiffel di Paris dan Akropolis di Athena sempat ditutup sementara karena suhu tinggi.

Studi ini menjadi bagian dari penelitian yang terus berkembang mengenai bagaimana perubahan iklim mengacaukan aktivitas manusia, memberikan gambaran nyata kepada publik dan pembuat kebijakan mengenai dampak emisi gas rumah kaca. Cabang penelitian yang dikenal sebagai attribution science ini membantu menghubungkan fenomena cuaca ekstrem dengan peran para pencemar tertentu.

Baru dalam satu dekade terakhir para ilmuwan mampu secara cepat menilai sejauh mana perubahan iklim berperan dalam peristiwa cuaca ekstrem. Analisis dilakukan dengan membandingkan catatan sejarah cuaca setempat dengan simulasi iklim sebelum pemanasan global. Dengan mempelajari perubahan angka kematian akibat suhu, para peneliti dapat memperkirakan berapa banyak kematian yang terjadi karena panas dan berapa yang seharusnya terjadi tanpa pengaruh perubahan iklim. Data resmi pemerintah sering kali meremehkan jumlah kematian akibat panas, catat para peneliti.

Imperial College London merupakan mitra utama World Weather Attribution, kelompok riset yang memelopori analisis cepat fenomena cuaca ekstrem. Peneliti sebelumnya menemukan bahwa gelombang panas di Eropa pada akhir Juni hingga awal Juli menewaskan sekitar 2.300 orang di 12 kota.

Panas ekstrem memberi tekanan besar pada tubuh, termasuk memaksa jantung bekerja lebih keras — kondisi berbahaya bagi penderita penyakit jantung, jelas Courtney Howard, dokter darurat di Kanada sekaligus ketua Global Climate and Health Alliance. Suhu tinggi juga memperburuk polusi udara, yang dapat memperparah penyakit pernapasan seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronis.

Kelompok lansia menjadi yang paling rentan. Lebih dari 80% kematian terkait panas akibat perubahan iklim dialami oleh individu berusia 65 tahun ke atas, menurut studi tersebut.

Data menunjukkan Italia, Spanyol, dan Portugal menjadi negara yang paling terdampak, meski negara-negara di utara seperti Swedia juga mencatat suhu lebih tinggi dari rata-rata.

(bbn)

No more pages