Kemudian dia membeberkan sejumlah program prioritas Kemkomdigi pada tahun depan dengan anggaran Rp8 triliun. Pertama, infrastruktur digital harus terus berjalan dan konektivitas perlu terus bisa dijalankan di pelbagai penjuru di Indonesia.
Kedua, lanjut Meutya, untuk pengawasan ruang digital yang lebih baik, lebih aman, dan lebih ramah terhadap anak-anak. “Tentu di antaranya adalah pornografi, judi online (judol), dan sebagainya itu terus menjadi prioritas,” tegas dia.
Ketiga, lebih lanjut Meutya, yaitu komunikasi publik. “Itu mungkin ya tiga prioritas utama. Dan ekosistem digital agar ekosistem tetap berjalan, startup bisa lahir begitu ya,” ucap dia.
“Di masa seperti ini kita memerlukan sekali juga untuk engine of growth (mesin pertumbuhan) dari startup-startup kita,” imbuh Meutya.
Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono menyebut sudah memperoleh usulan penambahan anggaran untuk Kemkomdigi RI sebesar Rp12,6 triliun. Prosesnya selanjutnya tinggal menunggu penetapan dari Banggar DPR RI dan pemerintah.
“Sudah kita terima, lalu tinggal tergantung Banggar dan pemerintah menentukannya,” kata Dave kepada awak media sesudah rapat tertutup terkait pembahasan rancangan kerja anggaran dengan Kemkomdigi RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, dilansir Selasa (9/9/2025).
Dalam rapat Dave menerangkan bahwa Komisi I DPR RI telah mendengar penjelasan dari Kemkomdigi RI dari masing-masing unit kerjanya, juga eselon I. Kementerian tersebut memaparkan kebutuhan anggarannya apa saja dan sejauh ini performanya bagaimana.
“Karena memang melihat tahun ini saja, anggarannya dari [Rp]7,9 [triliun], sudah sampai [Rp] 10 [triliun], dan ada kemungkinan bisa sampai dengan [Rp]12 [triliun],” ujar Dave.
(far)
































