Logo Bloomberg Technoz

Langkah pertama adalah menentukan kapan seseorang ingin berhenti bekerja. Misalnya, target pensiun di usia 55 tahun. Dengan rata-rata harapan hidup di Indonesia 75 tahun, maka dibutuhkan dana untuk 20 tahun kehidupan pasca pensiun.

Hitung Biaya Hidup Bulanan

Setelah itu, perhatikan pengeluaran rutin saat ini. Misalnya, kebutuhan bulanan Rp10 juta. Angka ini mencakup kebutuhan pokok, transportasi, tagihan, hingga hiburan. Nilai tersebut kemungkinan besar meningkat di masa depan karena inflasi.

Sesuaikan dengan Inflasi

Inflasi adalah faktor kunci yang sering dilupakan. Dengan inflasi rata-rata 4% per tahun, biaya Rp10 juta sekarang bisa menjadi hampir Rp20 juta dalam dua dekade. Tanpa memperhitungkan inflasi, perhitungan dana pensiun akan jauh meleset.

Gunakan Rumus Praktis Dana Pensiun

Ilustrasi seorang Finance dan kalkulator (Dok Freepik)

Rumus sederhananya adalah:

Biaya hidup bulanan x 12 bulan x jumlah tahun pensiun.

Contoh: jika kebutuhan Rp20 juta per bulan, maka setahun sekitar Rp240 juta. Jika masa pensiun berlangsung 20 tahun, total kebutuhan mencapai Rp4,8 miliar. Jumlah inilah yang seharusnya dipersiapkan agar standar hidup tetap terjaga.

Tips Mengumpulkan Dana Pensiun

Mengetahui target angka hanyalah langkah awal. Tantangan sesungguhnya ada pada cara mengumpulkan dana tersebut. Berikut strategi yang direkomendasikan para pakar keuangan:

Mulai Lebih Awal

Semakin cepat memulai, semakin ringan beban. Efek bunga majemuk bekerja paling optimal ketika dana ditanam sejak dini. Misalnya, menabung Rp2 juta per bulan di usia 25 akan menghasilkan jauh lebih besar dibanding memulai di usia 40.

Gunakan Instrumen Investasi

Menyimpan dana pensiun hanya di tabungan tidak cukup untuk melawan inflasi. Instrumen investasi seperti reksa dana, saham, obligasi, atau properti dapat menjadi pilihan. Diversifikasi aset membantu menjaga stabilitas pertumbuhan jangka panjang.

Reksa dana cocok untuk pemula karena dikelola profesional. Saham memberikan potensi keuntungan lebih tinggi, meski risikonya juga besar. Obligasi menawarkan pendapatan tetap, sementara properti bisa memberikan pemasukan sewa rutin.

Buat Rekening Khusus Pensiun

Pisahkan dana pensiun dari rekening harian. Dengan begitu, dana lebih aman dari godaan pengeluaran. Bank kini menyediakan produk tabungan pensiun otomatis yang langsung menyisihkan sebagian gaji setiap bulan.

Sisihkan Persentase Tetap dari Gaji

Melansir Honest, alokasikan minimal 20–30% dari penghasilan bulanan untuk pensiun. Perlakukan dana ini seperti kewajiban, bukan pilihan. Disiplin adalah kunci utama agar tabungan pensiun terkumpul sesuai target.

Evaluasi Berkala

Rencana pensiun perlu disesuaikan secara berkala. Setiap lima tahun, evaluasi kembali pengeluaran, pendapatan, dan kondisi pasar. Jika terjadi perubahan signifikan, sesuaikan strategi tabungan atau investasi.

Siapkan Proteksi Kesehatan

Ilustrasi pelayanan asuransi kesehatan. (Envato)

Biaya medis cenderung meningkat drastis di usia lanjut. Tanpa asuransi kesehatan, tabungan pensiun bisa terkuras hanya untuk pengobatan. Oleh karena itu, memiliki proteksi kesehatan atau dana darurat medis adalah langkah penting.

Pentingnya Kesadaran Finansial Dini

Di Indonesia, kesadaran menabung untuk pensiun masih rendah. Banyak pekerja baru mulai berpikir tentang pensiun ketika usia sudah mendekati 50 tahun. Padahal, semakin pendek waktu persiapan, semakin berat beban tabungan bulanan yang harus ditanggung.

Dengan memulai di usia muda, beban tabungan terasa lebih ringan karena waktu bekerja di pihak kita. Dana yang terkumpul pun bisa berkembang jauh lebih besar berkat bunga majemuk.

Tantangan Menghadapi Masa Pensiun

Selain persoalan dana, tantangan lain yang muncul di masa pensiun adalah perubahan gaya hidup. Banyak pensiunan merasa kehilangan identitas setelah berhenti bekerja. Hal ini kerap menimbulkan masalah psikologis, selain masalah finansial.

Oleh karena itu, persiapan pensiun tidak hanya soal uang, melainkan juga soal mental. Memiliki kegiatan produktif, hobi, atau usaha kecil bisa menjaga semangat hidup di masa tua.

Contoh Kasus Perhitungan Pensiun

Ambil contoh seorang karyawan bernama Andi yang berusia 30 tahun dengan pengeluaran Rp12 juta per bulan. Ia berencana pensiun di usia 55 tahun. Dengan asumsi inflasi 4%, biaya hidup saat pensiun diperkirakan menjadi Rp25 juta per bulan.

Jika Andi ingin mempertahankan standar hidupnya selama 20 tahun masa pensiun, ia memerlukan total sekitar Rp6 miliar. Untuk mencapainya, Andi perlu menabung sekaligus berinvestasi secara konsisten sejak sekarang.

Contoh ini menunjukkan betapa pentingnya perencanaan jangka panjang yang matang.

Masa Pensiun Sebagai Waktu Menikmati Hidup

Ilustrasi Lansia. (Sumber: Bloomberg)

Masa pensiun idealnya menjadi waktu untuk beristirahat, bepergian, atau menghabiskan waktu bersama keluarga tanpa beban finansial. Namun, hal itu hanya bisa terwujud jika perencanaan keuangan dilakukan dengan disiplin.

Dengan strategi tabungan dan investasi yang tepat, masa tua bisa benar-benar menjadi fase menikmati hasil jerih payah, bukan masa penuh kecemasan.

Ini dia cara menghitung dana pensiun dan tips mengumpulkannya. Persiapan pensiun bukan hanya soal angka, tetapi juga soal strategi. Dengan menghitung kebutuhan secara realistis dan mulai menabung sejak dini, target finansial di hari tua bisa tercapai.

Dana pensiun bukan sekadar cadangan, melainkan fondasi untuk menjaga kualitas hidup. Dengan perencanaan matang, setiap orang berhak menikmati masa tua dengan tenang, sehat, dan sejahtera.

(seo)

No more pages