Tony juga menegaskan PTFI terus berkoordinasi dengan tim inspektur tambang Kementerian ESDM, PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID), Freeport-McMoRan Inc., serta pemerintah Provinsi Papua dan Papua Tengah yang berada di lokasi.
“Fokus kami untuk penyelamatan dan keselamatan tujuh karyawan tersebut dan seluruh karyawan yang ada di area kerja kami. Kami upayakan yang paling terbaik, seluruh daya upaya energi dan sumber daya kami kami fokuskan untuk penyelamatan 7 karyawan tersebut,” kata Tony.
Dalam kaitan itu, Tony juga akan mendatangkan keluarga dari tujuh karyawan yang terjebak di area tambang bawah tanah tersebut agar dapat menyaksikan langsung proses evakuasi dan mendapatkan informasi terkini.
“Kami memohon doa dari seluruh lapisan, dari seluruh masyarakat agar seluruh upaya kami ini berhasil,” ucap Tony.
Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengungkapkan evakuasi 7 pekerja yang terjebak di Grasberg Block Cave (GBC) meleset dari estimasi yang diperkirakan.
“Perkiraan waktu masih sulit diprediksi. [Meleset] dari yang tadinya diperkirakan 30 jam, tetapi tindakan yang terbaik terus diupayakan,” kata Yuliot ketika dimintai konfirmasi Bloomberg Technoz, Kamis (11/9/2025).
Selain itu, tim yang berada di lapangan juga melanjutkan proses pemboran raise bor dari level bawah menuju level atas atau menuju lokasi prediksi para pekerja terperangkap.
Saat ini, pengeboran tersebut telah menembus dua titik di area tambang bawah tanah tersebut. Namun, tim di lokasi masih belum mendapatkan respons dari para pekerja. Meskipun begitu, proses pemboran masih terus dilanjutkan tim evakuasi ke titik lainnya.
“Sudah tembus dua titik, tetapi belum ada respons,” tegas Yuliot.
Dengan begitu, dia memastikan tim lapangan Kementerian ESDM dan tim Freeport Indonesia terus berkoordinasi secara insentif dalam melakukan evakuasi tujuh pekerja yang masih terperangkap itu.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya juga mengaku sudah menerima laporan atas insiden tersebut dari Direktur Utama Freeport indonesia Tony Wenas.
“Saya sudah dilaporkan oleh Pak Tony Wenas yang baru kemarin memberikan laporan dan tim saya sekarang lagi ada turun ke lokasi untuk mengecek,” ujarnya ditemui di kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (9/9/2025).
“Setelah tim dari lokasi selesai baru kami akan memberikan informasi secara baik,” tegasnya.
Freeport-McMoRan Inc. melaporkan adanya insiden longsor di areal pertambangan Grasberg, Papua Tengah pada Senin (8/9/2025) malam.
Insiden terjadi sekitar pukul 22:00 WIT, di mana terjadi aliran material basah dalam jumlah besar dari titik pengambilan produksi di salah satu dari lima blok produksi tambang bawah tanah Grasberg Block Cave.
“Insiden tersebut menghalangi akses ke area-area tertentu di dalam tambang, sehingga membatasi rute evakuasi bagi tujuh anggota tim. Lokasi para pekerja telah diketahui, dan mereka diyakini aman,” papar Freeport dalam laporan yang dilansir Selasa (9/9/2025).
Dalam pernyataan bersamanya, Ketua Dewan Direksi Freeport-McMoRan Richard C. Adkerson dan CEO Kathleen Quirk memastikan keselamatan pekerja akan menjadi prioritas utama perusahaan.
“Tim kami bekerja keras untuk memastikan keselamatan anggota tim kami secepat mungkin,” tegas mereka.
Untuk diketahui, dalam operasi Grasberg Block Cave, bijih ditambang menggunakan peralatan yang dioperasikan dari jarak jauh.
Namun, aliran material dari insiden tersebut menghalangi rute akses tempat para anggota tim yang terdampak sedang terlibat dalam kegiatan pengembangan tambang. Semua personel lainnya dipastikan aman.
(azr/wdh)
































