Logo Bloomberg Technoz

Medan Berat, Freeport Masih Sulit Evakuasi 7 Pekerja di Grasberg

Azura Yumna Ramadani Purnama
12 September 2025 11:00

Evakuasi longsor di tambang Grasberg Block Cave milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Papua Tengah, Kamis (11/9/2025) malam. (dok. Freeport Indonesia)
Evakuasi longsor di tambang Grasberg Block Cave milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Papua Tengah, Kamis (11/9/2025) malam. (dok. Freeport Indonesia)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas mengungkapkan evakuasi tujuh pekerja yang terjebak di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) memiliki tantangan yang cukup berat, sebab areal terdampak material longsor ternyata jauh lebih besar dari yang diperkirakan.

Tony menjelaskan areal terdampak longsor yang jauh lebih besar dari prediksi itu membuat penanganan yang dilakukan ekstra dan memerlukan waktu yang lebih lama. Selain itu, longsoran lumpur bijih atau wet muck tersebut dinyatakan masih mengalami pergerakan.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) padahal sempat menyatakan proses evakuasi tersebut ditarget rampung dalam 30 jam sejak Rabu (10/9/2025), tetapi target tersebut dipastikan meleset.

Evakuasi longsor di tambang Grasberg Block Cave milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Papua Tengah, Kamis (11/9/2025) malam. (dok. Freeport Indonesia)

“Saat ini saya berada di Tembagapura, Papua Tengah, bersama dengan seluruh direksi dan manajemen untuk memberikan dukungan penuh, support terhadap upaya penyelamatan tujuh karyawan warga besar Freeport yang terjebak dalam insiden longsor lumpur bijih atau wet muck yang turun dalam jumlah yang besar,” ujar Tony dalam video keterangan pers, yang diterima Kamis (12/9/2025) malam.

Saat ini, tim tanggap darurat Freeport masih terus berupaya membuka akses ke lokasi perkiraan posisi tujuh karyawan tersebut. Langkah itu dilakukan dengan bantuan teknologi alat berat, bor, dan drone.