Logo Bloomberg Technoz

Kinerja Gudang Garam Tersandung Daya Beli dan Cukai

Recha Tiara Dermawan
11 September 2025 20:40

Tangkapan layar via website Gudang Garam
Tangkapan layar via website Gudang Garam

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) memberi sinyal bahwa kinerja keuangan perusahaan masih akan berada dalam tekanan. Direktur & Corporate Secretary GGRM, Heru Budiman, menjelaskan penurunan penjualan dan laba perusahaan terutama disebabkan oleh lemahnya daya beli konsumen serta kenaikan tarif cukai yang tidak diimbangi kenaikan harga jual.

Profitability kita itu masih rapuh. Kenaikan cukai yang sudah terjadi belum seluruhnya atau belum dapat terkompensasi oleh kenaikan harga yang proporsional,” kata Heru dalam paparan publik, Kamis (11/9/2025).

Heru menekankan, meski pemerintah telah memutuskan tidak ada kenaikan cukai pada 2025, kondisi itu belum otomatis membuat kinerja keuangan pulih. Pasalnya, kenaikan cukai pada periode sebelumnya masih membebani perusahaan, sementara ruang untuk menaikkan harga rokok terbatas karena risiko kehilangan volume penjualan.


“Dalam situasi di mana buying power masih tertekan, menaikkan harga pasti akan berisiko dengan lebih menurunnya volume. Perbaikan profitability baru realistis kalau daya beli meningkat,” jelasnya.

Berdasarkan laporan keuangan semester I/2025, pendapatan Gudang Garam tercatat turun 13,3% menjadi Rp44,3 triliun dibandingkan Rp50 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Volume penjualan juga turun 14,9% menjadi 23,7 miliar batang dari sebelumnya 27,8 miliar batang. Penurunan ini menyeret laba komprehensif anjlok tajam dari Rp926 miliar menjadi hanya Rp120 miliar, atau turun dari 1,9% menjadi 0,3% terhadap pendapatan.