Logo Bloomberg Technoz

Heru menjelaskan, pelemahan volume industri rokok nasional memang masih berlangsung. Pada paruh pertama 2025, total volume industri rokok turun 7,9% secara tahunan menjadi 112,8 miliar batang, dengan segmen Sigaret Kretek Mesin (SKM) terdampak paling besar. Gudang Garam, yang mengandalkan segmen SKM dan SKT, ikut tertekan.

Selain beban cukai dan daya beli, faktor persaingan dari rokok alternatif yang lebih murah, termasuk produk tanpa cukai, turut memperberat situasi.

“Sejak 2020 daya beli itu tertekan dan tetap tertekan, sedangkan kenaikan cukai mendorong konsumen beralih ke SKT atau produsen kecil dengan tarif lebih rendah,” ujar Heru.

Dengan kondisi tersebut, manajemen menilai pemulihan kinerja keuangan tetap membutuhkan waktu meski cukai tidak naik pada tahun ini. Gudang Garam memilih menjaga efisiensi serta mempertahankan pangsa pasar agar tidak kehilangan konsumen lebih jauh.

(ell)

No more pages