Logo Bloomberg Technoz

“Kalau vaksinnya terbukti efektif, kita bisa mendapat akses lebih cepat. Tapi ini tidak otomatis harus dilakukan, ada prasyarat yang wajib dipenuhi,” kata Dicky.

Ia menjelaskan, uji coba di Indonesia memang ada relevan karena tingginya beban kanker di Tanah Air. Beberapa jenis kanker seperti serviks, payudara, hati, dan paru-paru masih mendominasi dengan angka kematian signifikan. 

Selain itu, perbedaan faktor genetik, lingkungan, dan gaya hidup masyarakat Indonesia dengan Rusia membuat penelitian lokal penting untuk menilai efektivitas dan keamanan vaksin dalam konteks yang lebih sesuai.

Menurut Dicky, manfaat yang bisa diperoleh Indonesia antara lain akses lebih awal terhadap teknologi vaksin kanker mutakhir, penguatan kapasitas riset rumah sakit dan universitas, serta peluang kolaborasi internasional yang membuka jalan transfer teknologi maupun produksi bersama. 

"Bahkan, uji coba ini bisa membawa nilai tambah di bidang diplomasi kesehatan, dengan menjadikan Indonesia salah satu pusat penelitian regional,"katanya.

Dicky pun merekomendasikan agar pemerintah melakukan kajian menyeluruh sebelum memberi izin. Kementerian Kesehatan diminta untuk meminta data lengkap dari Rusia, melibatkan Badan POM, Komisi Etik, dan pakar independen agar keputusan transparan serta kredibel. 

Ia juga menekankan bahwa uji coba sebaiknya difokuskan pada jenis kanker dengan prevalensi tinggi di Indonesia, seperti serviks, payudara, dan hati, agar hasil penelitian benar-benar relevan dengan kebutuhan kesehatan masyarakat.

Menkes Buka Opsi Uji Klinis Vaksin Kanker di RI

Menteri Kesehatan Budi Gunawan Sadikin akan membuka opsi uji klinis dilakukan di Indonesia.

“Saya sudah kirimi (tim) untuk bisa mempelajari apakah mungkin uji klinisnya bisa dilakukan di Indonesia,” ujar Budi di Jakarta, Rabu (10/9).

Menurut Budi, vaksin yang sedang dikembangkan di Rusia dikhususkan untuk kanker usus. Ia menekankan pentingnya Indonesia untuk ikut mengamati perkembangan tersebut, mengingat beban kasus kanker di Tanah Air terus meningkat setiap tahunnya.

“Kalau ada inovasi medis seperti ini, tentu kita ingin tahu sejauh mana manfaatnya dan apakah aman untuk masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, tim kami akan meninjau langsung,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, bahwa ilmuwan Rusia melaporkan keberhasilan vaksin kanker yang kini siap digunakan. Pengumuman ini disampaikan melalui Kepala Federal Medical and Biological Agency (FMBA), Veronika Skvortsova, di Forum Ekonomi Timur.

Penelitian ini juga disebutkan telah memakan waktu tiga tahun terakhir yang dikhususkan untuk studi praklinis wajib.

“Vaksin ini sekarang siap digunakan; kami menunggu persetujuan resmi,” katanya, menurut kantor berita Rusia.

Kepala FMBA itu menekankan bahwa hasil praklinis telah mengonfirmasi keamanan obat tersebut, bahkan setelah pemberian berulang, serta menunjukkan efektivitas yang nyata. 

Penyusutan tumor dan perlambatan perkembangan diamati pada 60–80% kasus, tergantung pada penyakitnya, sementara tingkat kelangsungan hidup juga meningkat.

(dec/spt)

No more pages