Logo Bloomberg Technoz

Epidemiolog Ingatkan Risiko Uji Coba Vaksin Kanker Rusia di RI

Dinda Decembria
11 September 2025 12:10

Ilustrasi Vaksin. (Sumber: Bloomberg)
Ilustrasi Vaksin. (Sumber: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Epidemiolog sekaligus pakar Kesehatan, Dicky Budiman menilai rencana opsi uji klinis vaksin kanker asal Rusia di Indonesia tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa. 

Ia menegaskan bahwa risiko yang menyertai rencana tersebut juga besar. Risiko ilmiah terkait efektivitas vaksin yang belum terbukti kuat, potensi pelanggaran etik jika uji coba tidak sesuai dengan good clinical practice, hingga kebutuhan biaya dan sumber daya yang besar bisa membebani negara. 

Selain itu, pengalaman vaksin Sputnik V dari Rusia yang sempat menuai keraguan publik juga menjadi catatan penting agar tidak terjadi resistensi masyarakat.


“Komunikasi risiko harus jelas sejak awal. Masyarakat harus tahu ini masih tahap riset, bukan vaksin siap edar. Karena kalau uji coba gagal atau muncul efek samping, itu bisa berdampak pada kepercayaan publik terhadap program vaksinasi,” ujar dalam keterangannya, Kamis (11/09).

Menurutnya, langkah ini memang berpotensi memberi manfaat besar bagi penelitian dan akses teknologi medis, namun tetap menyimpan berbagai risiko yang harus diperhitungkan dengan matang.