Logo Bloomberg Technoz

ESDM Kukuh Tak Akan Tambah Kuota Impor BBM Buat Shell & BP-AKR

Azura Yumna Ramadani Purnama
09 September 2025 16:15

Kapal Gas Arjuna milik PT Pertamina International Shipping (PIS). (Dok. PIS)
Kapal Gas Arjuna milik PT Pertamina International Shipping (PIS). (Dok. PIS)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan tidak bakal memberi rekomendasi impor tambahan untuk pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta yang tengah mengalami kelangkaan pasokan.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan pengelola SPBU swasta seperti Shell Indonesia dan BP-AKR dapat membeli bahan bakar minyak (BBM) dari PT Pertamina (Persero).

Hanya saja, kata Laode, keputusan untuk membeli BBM dari perusahaan pelat merah itu belum final. Nantinya, Laode menambahkan, pengelola SPBU swasta bakal melakukan sinkronisasi volume dan spesifikasi sebelum melakukan jual-beli BBM dengan Pertamina.


“Tadi setelah rapat, nanti akan disusul dengan surat dari saya menyampaikan untuk istilahnya sinkronisasi. Karena di sana ada sinkronisasi volume dan ada sinkronisasi spesifikasi,” kata Laode kepada awak media di Jakarta, Selasa (9/9/2025).

“Tidak ada [rekomendasi tambahan kuota impor], sinkronisasi dengan Pertamina,” tuturnya.