Tak hanya itu, Purbaya dikenal memiliki pandangan pro-pertumbuhan yang dinilai relevan di tengah perlambatan momentum ekonomi saat ini. “Dalam forum LPS terakhir, beliau menegaskan target pertumbuhan PDB 2026 sebesar 5,4% masih realistis, asalkan mesin fiskal dan moneter bergerak selaras,” tambah Helmy.
Helmy menekankan bahwa penunjukan ini mengindikasikan kesinambungan kebijakan dengan fokus pro-pertumbuhan yang lebih kuat. Namun demikian, pasar akan menanti langkah awal Purbaya untuk mengukur tingkat penerimaan dan kepercayaan investor.
Di sisi pasar, rupiah pagi ini dibuka melemah di Rp16.475 per dolar AS, menunjukkan tekanan masih berlanjut. Meski begitu, Helmy melihat peluang positif. “Kenaikan yield obligasi dapat menarik minat pembeli, khususnya perbankan dan dana pensiun. Volatilitas mungkin berlanjut dalam jangka pendek, tetapi dapat menciptakan peluang, terutama dengan siklus pelonggaran BI dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pekan depan,” pungkasnya.
(pau/red)



























